banner 728x250

Zaiyad Namiri Raih Gelar Doktor, Tawarkan Enam Langkah Digitalisasi Sekolah

banner 468x60

Bandar Lampung, Charta.id — Zaiyad Namiri resmi menyandang gelar doktor sebagai lulusan ke-424 Program Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung. Gelar itu ia peroleh setelah mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka Program Doktor (S3) Manajemen Pendidikan Islam yang digelar pada 27 April 2026.

Di hadapan tim penguji yang dipimpin Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D., Zaiyad memaparkan gagasan tentang manajemen strategis digitalisasi pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Bandar Lampung. Ia menawarkan model yang disebut sebagai sistem “Lang Sentiko”, sebuah kerangka enam langkah dalam mengelola transformasi digital di sekolah.

Example 300x600

Enam langkah tersebut meliputi perumusan visi dan misi, evaluasi diri, penguatan sumber daya baik manusia maupun infrastruktur, pengembangan kurikulum berbasis digital, sosialisasi dan implementasi, serta inovasi berkelanjutan. Menurut Zaiyad, digitalisasi pendidikan tidak dapat berjalan tanpa analisis lingkungan yang komprehensif, baik internal maupun eksternal.

“Sekolah perlu melakukan analisis SWOT secara berkala. Digitalisasi bukan sekadar adopsi teknologi, melainkan proses manajerial yang harus diawasi dan dievaluasi secara sistematis,” ujarnya.

Ia menekankan, transformasi digital juga menyimpan potensi dampak negatif. Karena itu, sekolah dituntut menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan pembentukan karakter peserta didik. Dalam konteks pendidikan Islam, aspek transfer nilai menjadi kunci.

“Jangan sampai terjadi ketimpangan. Selain transfer pengetahuan, harus ada transfer nilai. Di situlah pendidikan berperan menjaga arah,” kata Zaiyad.

Dalam disertasinya, ia mengadopsi pendekatan manajemen yang menekankan pada pola budaya literasi digital yang terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman. Pendekatan ini dinilai mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat identitas pendidikan Islam di tengah arus digitalisasi.

Model yang ia tawarkan, lanjutnya, tidak hanya relevan untuk SMP, tetapi juga dapat diterapkan di jenjang SMA dengan penyesuaian konteks masing-masing sekolah. Ia juga mendorong adanya riset lanjutan untuk menguji efektivitas model tersebut secara lebih luas.

Zaiyad melihat digitalisasi sebagai peluang strategis untuk memperluas fungsi pendidikan, termasuk sebagai sarana dakwah melalui platform pembelajaran. Dalam kerangka itu, ia menyoroti pentingnya dukungan kebijakan, terutama dalam penyediaan fasilitas digital yang merata, baik di wilayah perkotaan maupun daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Sidang terbuka tersebut ditutup dengan pesan singkat yang mencerminkan refleksi personalnya selama menempuh studi doktoral.

“Kesungguhan hari ini menentukan masa depan,” ujarnya.

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *