Lampung, Charta.id – Setelah sukses mencuri perhatian publik melalui single lagu Lampung berjudul “Penyampai Khasa” yang viral di TikTok dan berbagai platform digital lainnya, Putra Ramadhan bersama Kimas Muda kembali menghadirkan karya terbaru mereka yang berjudul “Dipulaju Andahmu”.
Lagu yang memiliki makna dibohongi atau dikhianati itu hadir dengan nuansa yang lebih emosional, menyentuh sisi perasaan pendengar, namun tetap dikemas dengan sentuhan musik modern bernuansa pop daerah yang mudah diterima oleh berbagai kalangan, mulai dari generasi muda hingga orang tua. Aransemen yang ringan dipadukan dengan lirik berbahasa Lampung yang kuat menjadikan lagu ini memiliki daya tarik tersendiri.
Menariknya, perilisan lagu terbaru ini juga menghadirkan semangat kolaborasi bersama talenta muda yang peduli terhadap budaya Lampung, yakni Ade Nisa atau yang akrab disapa Ratu Nisa. Ia merupakan Putri Indonesia Lampung Best in Evening Gown 2023 yang turut beradu akting bersama Putra Ramadhan dan Irlan Kartadilaga sebagai talent dalam video klip lagu “Dipulaju Andahmu”. Kehadiran Ratu Nisa dinilai menambah warna tersendiri sekaligus menjadi simbol sinergi antara dunia seni, generasi muda, dan pelestarian budaya daerah.
Perilisan lagu ini juga sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Lampung yang tengah mendorong pelestarian budaya daerah, khususnya bahasa Lampung sebagai identitas lokal. Putra Ramadhan dan Kimas Muda menilai bahwa musik merupakan media yang efektif, fleksibel, dan dekat dengan kehidupan masyarakat dalam menyampaikan pesan budaya.
“Kami berharap lagu Dipulaju Andahmu ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga bahasa dan budaya Lampung. Musik adalah cara kami berbicara kepada generasi sekarang,” ujar Putra Ramadhan, Kamis (30/4/2026).
Selain itu, kehadiran lagu ini juga diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan sektor ekonomi kreatif di Provinsi Lampung. Dengan semakin banyaknya karya musik daerah yang diminati dan viral di platform digital, peluang bagi para musisi lokal untuk berkembang semakin terbuka luas, baik dari sisi distribusi karya, pertunjukan, hingga kolaborasi lintas daerah.
Kimas Muda menambahkan bahwa konsistensi dalam berkarya menjadi kunci agar musik Lampung tidak hanya eksis, tetapi juga mampu bersaing di industri musik nasional.
“Kami ingin lagu-lagu Lampung bisa berdiri sejajar dengan lagu-lagu nasional, bahkan menjadi kebanggaan masyarakat Lampung sendiri,” ujarnya.
Lebih jauh, mereka berharap lagu-lagu daerah Lampung dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tidak hanya populer di media sosial tetapi juga diputar di berbagai ruang publik, acara resmi, hingga menjadi bagian dari identitas budaya yang dibanggakan, khususnya di Bumi Rua Jurai.
Produksi lagu ini juga berkolaborasi dengan Amba Musik, pihak yang memahami pentingnya perlindungan hak cipta, pengelolaan karya di platform digital musik, strategi distribusi melalui media sosial, hingga sistem agregator musik. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memastikan para pencipta lagu maupun penyanyi memperoleh hak ekonomi berupa royalti dari setiap karya yang mereka hasilkan dan diputar di berbagai platform.
Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan kecintaan terhadap budaya lokal, kehadiran lagu “Dipulaju Andahmu” diharapkan mampu memperkaya khazanah musik daerah serta menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya, melestarikan bahasa Lampung, dan mengangkat nilai-nilai budaya melalui jalur kreatif yang relevan dengan perkembangan zaman.
Lihat tayangan selengkapnya di channel YouTube Amba Musik dan platform digital musik lainnya. (*)













