Apa Dia Seorang Ustaz ?

Ribut soal Waloni Ustaz atau bukan, atau bekas Ustaz gak ada urusan dengan kita yang waras. Masalahnya pencabutan status Ustaz oleh MUI emang ngaruh dengan kelakuan para begundal yang masih banyak ngaku Ustaz dan berkeliaran.

Ustaz itu kan artinya guru, hanya saja karena pakai bahasa Arab jadi kelihatan kelasnya lebih dari guru lain. Padahal guru SD yang ngajar di pedalaman jalan berjam² lebih mulia dari hanya sebutan Ustaz yang keleleran di pinggir jalan.

Kita sudah lama melihat MUI ini ormas yang mengambil alih tanggung jawab umat Islam, padahal tak mewakili sama sekali, yang ada kadang malah ngerusui.

Sampai fatwanya pun banyak diketawai, dan di MUI sendiri banyak orang yang omdo (omong doang) dibiarkan.

Wibawa MUI sudah lama memudar, dan ambyar.
Kembali soal status Waloni yang tidak diakui sebagai Ustaz, ya memang dia tidak pernah sebagai Ustaz, guru jenis apa mulutnya tak bermoral tapi kan lama dibiarkan. Sama hal nya dengan SMD, FS, dan sejenisnya. Islam dirusak dari dalam, tapi MUI diam, malah kadang ikut²an nyerang serampangan.

Wacana sertifikasi selalu di tolak, terakhir Menag akan melakukan tapi MUI kelihatan alergi, harusnya kan MUI yang menginisiasi bukan malah jadi oposisi.

Sertifikasi Ustaz adalah hal yang lumrah agar tidak sembarang orang yang hanya bisa baca hadist sembarangan dikasih ceramah alhasil keluarnya sampah. Agama kok dijadikan barang murah.

Dari mulai MRS, SMD, FS dll sejak awal sudah menjadi masalah buat umat Islam di Indonesia, agama ini menjadi murahan jadinya gara² segelintir manusia kentir. Eh ternyata MUI sempat jadi sarang mereka juga. Bahkan sampai sekarang juga masih ada.

Saya sebagai pemeluk agama Islam memang gak ada urusan dengan MUI, saya punya banyak guru yang waras yang saya panuti. Masalahnya MUI seolah menjadi lembaga resmi mengambil urusan keagamaan dan kadang overlap dengan Kemenag, kita jadinya yang eneg.

Waloni itu kasus kecil saja kalau diurus dengan benar dari awal. Artinya ada rambu sebagai penceramah sehingga tidak memproduksi sampah yang membuat agama jadi terkesan pemarah, padahal karena salah kita ada sampah dibungkus jubah.

Saya jadi pesimis apakah agama ini ke depan bisa lebih baik kalau sejenis Waloni dibiarkan berkeliaran membawa nama Islam.

Apa ini konsep agama Rahmatan Lil Al-Amin ?

Sidoarjo, 29 Agustus 2021,
Iyyas Subiakto

(isi Artikel Pemikiran menjadi tanggung jawab Penulis)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry