Bawaslu Gandeng BSSN Tingkatkan Keamanan Siber

Bawaslu Gandeng BSSN Tingkatkan Keamanan Siber

Dalam rangka melakukan berbagai upaya peningkatan digitalisasi dan keamanan siber, Bawaslu RI melakukan penandatangan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Badan Sandi dan Siber Nasional (BSSN), Rabu (25/8/2021).

Ketua Bawaslu Abhan berharap, kerja sama itu dapat meningkatkan kualitas perlindungan informasi dan transaksi elektronik hal ini sejalan dengan komitmen Bawaslu untuk berupaya meningkatkan kinerja Bawaslu melalui pemanfaatan teknologi.

“Nota Kesepahaman ini diharapkan dapat menjadi landasan kerja sama dan aktivitas bersama antara Bawaslu dan BSSN dalam rangka mencegah ancaman siber yang dapat merusak perangkat teknologi informasi, mengganggu data seperti data pemilu dan pemilihan,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (26/8/2021).

foto istimewa

Abhan menyampaikan, Nota Kesepahaman itu juga diharapkan dapat meningkatkan implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dalam kaitannya dengan penggunaan tanda tangan elektronik dan sertifikat elektronik sehingga administrsi dan persuratan di Bawaslu dapat berjalan tidak terbatas waktu dan tak terbatas ruang.

“Artinya dapat dilaksanakan di mana pun para pimpinan Bawaslu berada. Hal ini tentu diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BSSN Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian mengatakan, bahwa tanda tangan elektronik dan serifikat elektronik telah digunakan di 345 instansi.

“BSSN juga telah menyiapkan ‘pasukan’ anti serangan siber yang siap meembantu seluruh Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah dan berharap hingga tahun 2024 seluruh instansi telah memiliki mekanisme pencegahan serangan siber,” katanya.

Selain itu, ada pula penyerahan akun surat elektronik resmi Bawaslu kepada seluruh pimpinan dan sekretariat Bawaslu Provins hingga Bawaslu Kabupaten/Kota yang didahului peluncuran layanan elektronik Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (e-PPID) terintegrasi Bawaslu.

Kemudian dalam penyampaian akun resmi lembaga dan peluncuran e-PPID terintegrasi, perlu diketahui, sejak 2018 e-PPID Bawaslu telah eksis melengkapi pelayanan informasi publik di Bawaslu selain secara langsung maupun melalui email, media sosial dan website.

Tahun ini, e-PPID hadir lebih lengkap yang awalnya hanya menyediakan informasi yang dikelola oleh Bawaslu RI saja, kini menjadi terintegrasi sehingga memungkinkan pemohon informasi mengakses informasi yang dikelola PPID Bawaslu Provinsi cukup melalui satu saluran saja.

Mengawali penyerahan email resmi secara simbolis dan peluncuran e-PPID terintegrasi, Anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar menyampaikan, bahwa penggunaan email resmi lembaga di era digital sangat penting, selain dapat meningkatkan citra lembaga dan meningkatkan keamanan data serta informasi.

Menurutnya, di dalamnya juga memudahkan dalam pengelolaan akun dan penyebaran surat atau dokumen kedinasan.

Fritz menambahkan, memahami prinsip keamanan siber dan hubungan antara keamanan siber dengan teknologi dan sistem informasi Bawaslu sejalan dengan menjamin perlindungan data. Sedangkan saluran e-PPID yang terintegrasi, lanjut Fritz, akan memudahkan masyarakat mendapatkan informasi baik yang dikelola oleh Bawaslu RI dan Bawaslu Provinsi.

Sekadar informasi, acara tersebut dilakukan secara daring dari kantor masing-masing. Acara itu dilakukan melalui aplikasi zoom yang diikuti pimpinan dan Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi serta pimpinan Bawaslu Bawaslu Kabupaten/Kota. Kegiatan pun ditayangkan melalui akun youtube Bawaslu RI.

Penandatangananan nota kesepahaman dilakukan oleh Ketua Bawaslu Abhan dan Kepala BSSN Hinsa Siburian. Turut hadir di Kantor Bawaslu RI, yaitu Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo dan Fritz Edward Siregar.

Sedangkan Anggota Bawaslu RI Mochmammad Affiffudin, Rachmat Bagja dan Sekretaris Jenderal Bawaslu RI Gunawan Siswantoro mengikuti melalui daring. (oleh: Deni Muhtarudin, Editor: Syarif Hasan Salampessy, rri.co.id)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry