Juli, Impor Vaksin Mencapai 150 Juta Dollar

Juli, Impor Vaksin Mencapai 150 Juta Dollar

Laporan Badan Pusat Statistik menunjukkan peningkatan impor produk farmasi di Bulan Juli 2021. 

“Berdasarkan golongan barang impor tertinggi terjadi pada produk farmasi senilai 185.9 juta dollar AS. Dari jumlah itu, yang terbanyak adalah impor vaksin sebesar 150 juta dollar AS,” kata Kepala BPS Margo Yuwono saat menyampaikan perkembangan ekspor dan impor, Rabu (18/8/2021).

Sampai saat ini, Indonesia memang masih mengandalkan vaksin impor untuk memenuhi kebutuhan program vaksinasi guna mencapai herd immunity. 

Lebih lanjut Kepala BPS mengatakan, secara keseluruhan, impor di Bulan Juli 2021 sebesar 15.11 miliar dollar, mengalami penurunan 12.22 persen dibandingkan impor di bulan sebelumnya. 

Penurunan impor di Bulan Juli terjadi hampir pada semua sektor, baik impor untuk barang konsumsi, bahan baku dan penolong, serta impor barang modal.

Pemberlakukan PPKM, tambah Margo, ikut mempengaruhi penurunan impor di Bulan Juli, utamanya impor migas.

“PPKM meredam impor migas. Meskipun harga minyak dunia naik, kebutuhan impor untuk produk minyak atau BBM tidak melonjak karena mobilitas masyarakat yang dibatasi oleh PPKM. Jadi kebutuhan BBM juga mungkin berkurang karena adanya PPKM,” jelas Margo Yuwomo.

Sementara itu berdasarkan penggunaan barang, struktur impor Indonesia di Bulan Juli 2021 terbesar adalah impor bahan baku atau penolong mencapai 75.55 persen dari total impor. Disusul dengan impor barang modal sebesar 13.71 persen, dan impor barang konsumsi sebesar 10.74 persen.

“Dari struktur tersebut, terlihat masih adanya permintaan bahan baku dan penolong yang merupakan pesanan dari industri. Ini menunjukkan sektor industri masih menggeliat,” pungkas Margo. (Oleh: Magdalena Editor: Nugroho, rri.co.id)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry