Juniver: Suatu Anugerah Peradi Dapat Bersatu

Juniver: Suatu Anugerah Peradi Dapat Bersatu

Perpecahan ditubuh Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), yang tadinya merupakan wadah tunggal sebagai amanat dari UU No. 18 Tahun 2013 tentang Advokat, melahirkan keprihatinan banyak pihak. Upaya penyatuan kembali wadah tersebut telah diinisiasi oleh Peradi Suara Advokat Indonesia (SAI) sejak 2017, namun hasilnya nihil.

“Berawal dari Perayaan Natal 2017 Peradi SOHO di Hotel Pullman, Jakarta, 19 Desember 2017, saya sudah lontarkan ide penyatuan kembali Peradi. Bang Fauzi Hasibuan saat itu sebagai Ketum Peradi SOHO dan Bang Otto Hasibuan saat  itu sebagai Ketua Pembina – dua minggu kemudian diadakan Pertemuan oleh Bang Otto Hasibuan di salah satu hotel di kawasan Jakarta Pusat; yang hadiri 6 orang petinggi Peradi SOHO.

Pada pertemuan tersebut saya menyampaikan, untuk bersatunya satu Peradi yang ideal dan mengakhiri konflik yang berkepanjangan, saya usulkan 1. Munas Bersama; 2. Sistem pemilihan one person one vote; 3. Calon ketua, orang yang saat ini menjabat ketua dan pernah menjabat tidak boleh mencalonkan diri, menghindari friksi maupun faksi di kemudian hari. Dengan Landasan Sehat berpikir apabila calon ketua terpilih salah satu dari Ketua Peradi yang sedang menjabat dan pernah menjabat, akan membawa gerbong dan ini membuat faksi; 4. Siapapun terpilih secara tulus ikhlas ke-3 Ketua Peradi mendukung tanpa reserve.

Setelah itu, beberapa kali saya berkomunikasi dengan Bang Otto Hasibuan dan selalu meminta saya bersabar. Dan sejak tahun 2019 berulang kali saya mencoba menghubungi Bang OH, baik melalui telepon langsung maupun WA yang terkait realisasi penyatuan kembali, namun tidak berjalan,” ungkap Dr. Juniver Girsang – Ketua Umum Peradi SAI dalam keterangan tertulisnya,  Minggu (22/8/2021).

Sementara itu, lanjutnya, Peradi RBA yang dipimpin Bang Dr. Luhut Pangaribuan sudah menyetujui penyatuan kembali melalui Munas Bersama, dengan syarat one person one vote dan yang pernah menjadi Ketua Peradi dan pernah menjabat sebaiknya tidak mencalonkan diri.

Dikatakan Juniver, karena tidak ada kepastian dari Peradi SOHO, maka dirinya meminta tolong kepada Pak Mahfud MD sebagai Menko Polhukam dan BapakYasonna Laoly (Menkumham) agar dapat menjembatani ketiga Peradi bisa duduk bersama dan mewujudkan Peradi bersatu.

“Terjadilah pertemuan pada 25 Februari 2020 yang menyepakati, Peradi bersatu dan berhimpun dengan dilakukan Musyawarah Bersama. Pada pertemuan tersebut, dibentuk tim yang merumuskan langkah lanjut untuk melakukan Munas Bersama, di mana masing-masing Peradi diwakilkan oleh tiga personil. Tim ini dikenal dengan sebutan Tim Sembilan, dengan tugas merumuskan Munas. Artinya Bapak Menkopolkam dan Menhukkam memberi kewenangan kepada Tim Sembilan segala sesuatu mengenai pelaksanaan Munas bersama,” terang Juniver.

Dikatakannya, dalam setiap pertemuan terkait Munas Bersama, usulan Peradi SAI dan RBA sebagaimana yang sudah disampaikan oleh Juniver dan disetujui oleh Bang Luhut, tidak diakomodir dengan alasan yang tidak jelas oleh Peradi SOHO. Padahal, itu merupakan usul yang paling ideal, Bersatunya – Satu Peradi. 

“Para Ketua Umum Peradi cukup mendukung saja siapapun yang terpilih sebagai Ketua Umum Peradi dalam Munas Bersama tersebut,” tuturnya. 

Pertemuan Tim Sembilan terakhir diadakan pada 20 Agustus 2020, belum meyepakati pelaksanan Munas. Mendadak, pada 12 Agustus 2021, muncul surat dari Peradi SOHO yang isinya menyetujui Munas Bersama dengan sistem pemilihan one person one vote.

“Itu merupakan anugerah – mengucap syukur yang sudah kami tunggu-tunggu kurang lebih empat tahun ini. Baru sekarang Peradi SOHO mau memutuskan hal tersebut. Namun demikian, belum nampak Peradi SOHO menerima syarat bahwa yang menjabat Ketua Peradi dan/atau pernah menjadi Ketua Peradi tidak boleh mencalonkan diri”.  

Meski begitu, Juniver merasa sangat aneh Kepala Surat ditujukan  kepada ‘Juniver Girsang’ pribadi, bukan kepada Juniver Girsang sebagai ketua Oeradi SAI. Padahal secara pribadi saya tidak ada masalah dengan Otto Hasibuan, dan seharusnya surat itu disampaikan- diteruskan dulu kepada Tim Sembilan, Peradi SAI dan Peradi RBA, bukan diviralkan ke media-media sosial, apalagi sampai harus ditembuskan kepada petinggi eksekutif, legislatif, dan judikatif.  

“Munas Bersama Peradi tidak ada kaitannya dengan petinggi-petinggi eksekutif  judikatif dan legislatif karena itu adalah persoalan internal Peradi. Tapi, ya sudahlah. Semoga apa yang sudah disampaikan oleh Peradi SOHO merupakan ketulusan, kejujuran dan niat baik kesatuan antara pikiran, ucapan tujuannya adalah benar-benar untuk mewujudkan Peradi Bersatu – Satu bukan sekadar sensasi belaka dan atau ada agenda khusus tersembunyi,” pungkas Juniver. (Oleh: Suhanda – Editor: Heri Firmansyah, rri.co.id)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry