Khasiat Ajaib Tanaman Porang Yang Disembunyikan Jepang

Khasiat Ajaib Tanaman Porang Yang Disembunyikan Jepang

Presiden Joko Widodo  perintahkan Mentan untuk serius mengembangkan tanaman Porang agar dapat menjadi beras porang. Menurutnya potensi Porang sangat luar biasa dan sehat.

Porang dikenal dengan nama latin Amorphophallus oncophyllus,atau ada yang menyebut Amorphopallus Muelleri Blume, tanaman ini termasuk sebagai salah satu tanaman umbi-umbian di Indonesia. Tanaman porang yang juga memiliki nama lain iles-iles, acung, iles kuning, dan acoan ini sedang menjadi tanaman yang memiliki tingkat permintaan ekspor yang tinggi. Sehingga budidaya tanaman porang ini sedang banyak digandrungi di sektor pertanian.

Tanaman Porang (foto: rri.co.id)

Porang memiliki ciri-ciri seperti batang memiliki tekstur agak lunak, halus berwarna hijau atau hitam dengan belang-belang putih tumbuh di atas ubi yang berada di dalam tanah. Ukuran dari batang tanaman ini bisa mencapai 5-50 mm, sedangkan tangkainya bisa mencapai ukuran 40-180 cm x 1,5 cm. Kemudian pada bagian daun terdiri dari beberapa helai yang memiliki bentuk elips dan ujung yang runcing. Pada bagian tepi daun punya variasi warna bergantung pada umurnya. Misalkan ungu muda (daun muda), hijau (daun umur sedang), dan kuning (daun tua). 

Tanaman yang memiliki aroma tak sedap ini ternyata sudah banyak digunakan sejak jaman pendudukan Jepang. Menurut cerita  dulu Tentara Jepang di Indonesia sudah mengolah Porang sebagai makanan mereka selain padi atau beras dari petani. Di Jepang sendiri Porang dikenal sebagai Shitake yang banyak manfaatnya buat kesehatan. Di Jepang  Tanaman porang banyak digunakan untuk logistik dan industri pangan. Kini, tanaman ini banyak dibudidayakan sebagai bahan pembuatan tepung, nasi, dan mi shirataki.

Umbi Porang

Berikut adalah manfaat porang untuk industri yaitu sebagai bahan baku pelapis anti air, cat, pengental, negatif film, bahan baku lem, kosmetika, hingga pita seluloid. Hal ini dikarenakan dalam tanaman porang memiliki senyawa glukomanan yang dapat merubah masa kental dalam air dan bisa membentuk gel.

Hasil Budidaya Porang (foto: Antaranews)

Sedangkan untuk kesehatan , menurut beberapa sumber disebutkan bahwa porang sedikitnya memiliki 6 manfaat.

1. Menurunkan Berat Badan.

Salah satu bahan pangan yang sedang populer digunakan untuk orang-orang yang menjalani diet adalah shirataki. Hal ini lantaran shirataki terbuat dari tanaman porang yang memiliki senyawa glukomanan yang ternyata efektif untuk menurunkan berat badan.

Dalam sebuah studi, 30 pasien obesitas menjalani diet rendah kalori 1.200 kkal selama kurang lebih 60 hari ditambah dengan mengonsumsi senyawa glukomanan. Hasilnya terbukti bahwa selang empat bulan, tingkat trigliserida dan bobot berlebih dapat turun secara signifikan. Meski berat badan turun secara drastis, namun kandungan kalsium, zat besi, dan nutrisi lainnya tetap terjaga dan tidak berubah dalam tubuh.

2. Menurunkan Kadar Kolesterol.

Selain untuk menurunkan berat badan pada pasien obesitas, senyawa glukomanan ini ternyata juga efektif untuk menurunkan kadar kolesterol pada tubuh. Studi ini melibatkan 22 penderita diabetes tipe 2 yang diberi suplemen konyaku glukomanan. Dalam studi tersebut, ternyata suplemen konyaku glukomanan dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. 

Selanjutnya dalam studi tersebut dilakukan dengan memberikan 3,6 gram suplemen konyaku glukomanan per hari. Dengan penurunan kadar LDL dalam darah, mampu menurunkan risiko penyakit pembuluh darah seperti stroke dan jantung. Hasil pengujian senyawa ini juga dilakukan terhadap tikus lab, dan ternyata kadar kolesterolnya juga menurun.

3. Menurunkan Kadar Gula.

Tahun 2001, sebuah penelitian membuktikan bahwa senyawa glukomanan punya manfaat untuk menurunkan kadar gula darah. Dengan turunnya kadar gula darah dapat menurunkan risiko untuk terkena penyakit tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, resistensi insulin, dan diabetes. 

Tanaman porang ini juga dapat meningkatkan tingkatan penyerapan nutrisi dalam usus kecil, sehingga sensitivitas tubuh terhadap insulin juga turut meningkat. Dalam sebuah penelitian lain, ditemukan bahwa konsumsi suplemen yang mengandung senyawa glukomanan juga dapat mencegah pembentukan plak dalam pembuluh darah. Selain itu, pada studi yang dilakukan pada tikus lab ini juga menunjukkan bahwa konsumsi biskuit glukomanan secara rutin dan bertahap sangat efektif untuk menurunkan kadar gula darah.

4. Sumber pangan sehat.

Seiring dengan berkembangnya teknologi pangan, ternyata tanaman porang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan alternatif. Tanaman porang yang mengandung senyawa glukomanan dapat diubah menjadi tepung yang mengandung banyak nutrisi. Selain kaya akan nutrisi, tepung dari tanaman porang ini juga rendah kalori, mengandung serat yang tinggi, dan punya tujuh macam asam amino yang penting untuk tubuh.

Tanaman porang pada umumnya diubah menjadi tepung konyaku memiliki komposisi 49-60 persen serat glukomanan, 10-30 persen pati, serta 2-5 persen serat tak larut air. Konyaku porang juga disebut sebagai bahan pangan alkali, yang bisa menetralkan kadar asam dalam tubuh. Selain itu, konyaku porang tidak mengandung karbohidrat dan gluten, sehingga cocok bagi pemilik alergi gluten, penderita diabetes, maupun orang yang sedang diet rendah kalori.

5. Mencegah Kanker.

Dalam sebuah studi, bahan makanan dari tanaman porang ternyata memiliki manfaat untuk mencegah penyakit kanker paru-paru. Selain itu, tanaman porang ini tak hanya bermanfaat untuk menghambat pertumbuhan kanker dan zat prakanker, tapi juga mencegah kanker. Selain itu, studi juga membuktikan manfaat konyaku glukomanan bisa menurunkan tingkat keganasan tumor dan kanker. Meski demikian, studi tersebut masih terbatas dan membutuhkan penelitian lebih lanjut.

6. Mengatasi Sembelit.

Glukomanan yang terdapat dalam porang dapat membantu mengatasi masalah sembelit kronis. Hasil penelitian menunjukkan, penderita sembelit yang diberi glukomanan selama 10 hari, frekuensi buang air besarnya bisa kembali normal.

Bisa jadi porang menjadi salah satu yang menyebabkan warga Jepang selalu sehat dan berumur panjang. Jadi mengapa kita tetap mengabaikan manfaat Porang.  (Oleh: Budi Suwarno Editor: Nugroho, rri.co.id)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1