KPK itu Memang Celaka

Kalau bicara prestasi itu sangat subyektif, apakah KPK berjaya dan lembaga ini bisa mengurangi angka korupsi banyak? Ukuran yang harus di perdebatkan. Tapi kalau melihat gelagat akhir-akhir ini kok banyak orang jadi sangsi apakah KPK ini masih bekerja sesuai keberadaannya.

KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI, nama itu bukan main-main. Pemberantasan itu kan bahasa bombastis, tapi hasilnya miris. Ngurus Anies saja cengingas cengingis.

Di tengah cemooh Rakyat, atas nama besar dan gedung megah dengan dana operasional Rp.1,4 triliun per tahun, namun hasilnya manyun. Bahkan ngurus pegawainya yang berpotensi mencelakai, karena bertindak dalam katagori korupsipun, tak teratasi.

Adalah Wakil Ketua KPK yang melakukan perbuatan tercela hanya dapat hukuman potong gaji, itupun hanya 2,7% potongan. Seharusnya orang dalam, apalagi Wakil Ketua, hukumannya minimal diberhentikan, sanksi kok potong gaji, kayak supir harian yang gak tanda tangan buku absen saja.

Ini kantor “pemberantasan”, ngurus orangnya saja tak becus. Terus kita mau percaya pada Lembaga yang cuma keras suaranya ?

Bobot kesalahan Wakil Ketua itu luar biasa, jangan ditukar dengan OTT Bupati Probolinnggo yang cuma jual beli jabatan. Lha ini Wakil Ketua KPK telah menodai jabatan. Terus kita dipaksa percaya bagaimana KPK ke depan. “amsiong” kata orang Medan.

foto istimewa

Lembaga gagah ini jadi unfaedah, sebaiknya bubar saja. Indonesia cukup punya Polisi, Jaksa dan Hakim. Kalaupun tak bisa sebaik yang di harapkan tapi tak perlu lagi banyak yang main mata. Semoga saja anak muda generasi selanjutnya berhenti tidak menjadi pencuri lagi.

Wakil Ketua KPK saja berencana mencuri dengan modus lain. Terus kita percaya kalau disana tak main-main. Atau mungkin saja kelakuan yang sama memang kerjaan Tim.***

Sidoarjo, 30 Agustus 2021,
Iyyas Subiakto

(isi Artikel Pemikiran menjadi tanggung jawab Penulis)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1