MAKAN MALAM MENU DIAM.

Makan Malam Menu Diam

Ramai suara PDIP dan PSI mau mengajukan interpelasi (menggunakan hak bertanya) kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Tapi suara dua partai ini hanya 30%. Dan benar saja, dagelan politik murahan yang selama ini sudah beberapa kali dilpamerkan di DKI, terjadi lagi.

Sebenarnya hal semacam ini sudah jadi panorama politik Indonesia, pemandangan yang selama ini kita saksikan tanpa bisa mengatakan apa-apa. Ya, namanya saja pemandangan, cuma bisa dipandang. Melihat awan indah, pelangi atau mendung, kita tak bisa menahan hujan.

Setelah ditinggal Ahok, DKI Jakarta langsung bobrok. Banyak kasus menunjukkan hal itu. Dulu Ahok pernah memberi anggaran kunker (kunjungan kerja) bagi anggota DPRD hanya Rp8 miliar per tahun. Begitu Anies masuk, anggarannya lompat menjadi Rp104 miliar. Kalau sebelumnya Rp8 miliar bisa cukup, kenapa harus dinaikkan jadi Rp104 miliar dan habis?

Jadi kalau kemudian Anies pesta anggaran dengan menghambur-hamburkan uang Rakyat, tidak usah heran. Mulut Rakyat sampai koyak pun, Anies santuy aja. Kan bekingnya DPRD.

Coba di belahan Indonesia yang mana, ada daerah mendapatkan predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) berkali-kali dari BPK? Kemudian, sekarang BPK juga yang menemukan banyak kelebihan bayar. Bahkan urusan beli tanah yang aneh saja sampai sekarang KPK bak berak di celana.

Baunya ke mana-mana tapi mereka pura-pura mencari sumbernya. Jadi gampangnya, APBD DKI Jakarta yang nilainya sampai Rp90an triliun itu memang nikmat banget.

Gubernur DKI Jakarta (lima dari kiri berdiri) bersama para pimpinan tujuh fraksi DPRD DKI Jakarta di Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta Jalan Taman Suropati Menteng Jakarta Pusat, Kamis (26/8/2021) malam(istimewa) kompas.com

Kalau kemarin Anies menjamu 70% anggota DPRD di rumahnya itu mah hanya rapat untuk mempererat hubungan. Di situ Anies hanya nanya, “Yakin lu mau interpelasi gue? Yakin lu gak mau lagi anggaran gede?” Langsung deh telor jadi kendor.

Dengan muka tak tahu malu, anggota yang mulia bicara dengan wartawan sambil menahan pipis, dan dalam hati ngmong, “Gue kencingin lu!”

Kalau DPRD itu pro-Rakyat, mana mungkin APBD dibuat tumpengan? Mau partai koalisi, mau partai oposisi apa kek, kalau sudah menyangkut bagi-bagi amunisi, semua langsung ejakulasi. Mungkin hanya PSI yang masih bisa diapresiasi.

Jadi, senjata ampuh rakyat hanya tunggu Anies habis masa jabatan saja. Gak usah terlalu berharap banyak dia bisa ditindak, kalau pejabat penegak hukumnya masi bertaring Srigala.

Anies hanya bisa membuat kita menangis, karena manusia dengan segala skill bejatnya itu telah membuat hati kita kelu dan dia tetap eksis bersama manusia lainnya yang tak punya rasa malu.

Apakah ini pelajaran untuk kelak kita tak memilih manusia busuk seperti dia? Belum tentu juga. Karena di antara kita masih banyak manusia yang pura-pura idealis. Begitu mendapat bagian mereka diam. Itulah menu yang selalu terhidang di depan hidung para penegak hukum dan pejabat yang suka ngelamun.

Terima kasih Anies. Kau begitu piawai membuat kami menangis. Lanjutkan!

Dengan muka tak tau mau anggota yg mulia bicara dengan wartawan, sambil menahan pipis, dan dalam hati gue kencingin lu.

Kalau DPRD itu pro rakyat mana mungkin APBD dibuat tumpengan. Mau partai koalisi mau partai oposisi apa kek, kalau sudah menyangkut amunisi bagi², semua langsung ejakulasi. Mungkin hanya PSI yg bisa diapresiasi.

Jadi, senjata ampuh rakyat hanya tunggu Anies habis masa jabatan saja. Gak usah terlalu berharap banyak dia bisa ditindak kalau pejabat dan penegak hukumnya bertaring Srigala.

Apakah ini pelajaran untuk kelak kita tak memilih manusia busuk seperti dia, belum tentu juga karena di antara kita masih banyak manusia yang pura². Begitu kebagian mereka diam, dan itulah menu hidangan yg selalu terhidang di depan hidung para penegak hukum dan pejabat yang suka ngelamun.

Terima kasih Anies kau begitu piawai membuat kami menangis. Lanjutkan.

Sidoarjo, 29 Agustus 2021,
Iyyas Subiakto

(isi Artikel Pemikiran menjadi tanggung jawab Penulis)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1