Polisi Tangkap Lima Teroris JI

Polisi Tangkap Lima Teroris JI

Penangkapan terhadap teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) kembali dilaksanakan. Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap lima tersangka dari jaringan teroris tersebut sebagai pengembangan dari serangkaian operasi yang dilakukan pada pekan lalu di sejumlah wilayah di Indonesia. 

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan, hingga saat ini secara keseluruhan sudah ada 53 orang yang ditangkap, dengan lima tersangka yang diringkus pada hari Seninn (16/8/2021) dan Selasa (17/8/2021).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar

“Lima tersangka teroris ditangkap pada Senin dan Selasa, kelompok JI,” kata Ramadhan kepada wartawan, Kamis (19/8/2021).

Penangkapan kelimanya terjadi di wilayah Jawa Timur (Jatim), Sulawesi Selatan (Sulsel), Sumatera Utara (Sumut), dan Maluku. 

Densus menangkap tersangka berinisial CA dan AF di Jawa Timur pada Senin (16/8/2021). Kemudian, terduga teroris berinisial SAT juga ditangkap oleh polisi di Sumsel pada hari yang sama. Keesokan harinya, polisi meringkus tersangka berinisial AMR di Sumut dan, NW ditangkap di Maluku.

Skema organisasi JI yang dipaparkan Mabes Polri, Jumat (24/9/2010), tribunnews.com

Sebagai informasi, penangkapan teroris secara masif telah dilakukan oleh polisi sejak Kamis (12/8) pekan lalu.

Setidaknya ada 11 wilayah yang menjadi lokasi penangkapan. Yakni, yakni; Sumatera Utara (Sumut), Jambi, Lampung, Banten, Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), Jawa Timur (Jatim), lalu Sulawesi Selatan (Sulsel), Maluku, Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Timur (Kaltim).

Namun demikian, operasi tersebut diklaim Polri tak berkaitan dengan peringatan kemerdekaan ke-76 RI pada Selasa (17/8/2021) lalu.

“Tidak melihat waktu-waktu tertentu. Tetapi terus bertugas dan berupaya secara optimal agar dapat menciptakan rasa aman tentram dan damai di tengah masyarakat,” kata Ramadhan, Senin (16/8/2021).

Dia menjelaskan, upaya penindakan hukum yang dilakukan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri merupakan bentuk preventif strike atau pencegahan terhadap aktivitas teror. (Oleh: Immanuel Christian, Editor: Heri Firmansyah, rri.co.id)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry