Refleksi 76 Tahun Kemerdekaan RI

Refleksi 76 Tahun Kemerdekaan RI

Bahwa usia Kemerdekaan Republik Indonesia sudah menginjak 76 tahun, satu usia yang seharusnya sudah cukup dewasa. Sehingga, melihat Indonesia dengan kondisi hari ini, yang boleh dibilang ‘baru menyelesaikan proses belajar dari pengalaman’, maka yang perlu dilakukan adalah introspeksi secara nasional, menyeluruh dalam setiap aspek kehidupan. Setelah menyadari pada bagian mana saja yang harus diperbaiki, kemudian bangkit bersama menuju Indonesia Maju, Indonesia Emas 2045, sesuai ‘Prediksi 100 Tahun Kemerdekaan’.

Kembali pada basik, pembangunan Indonesia yang telah dimulai dengan Program Nawacita Jokowi pada periode pertama (2014-2019), kemudian dilanjutkan pada periode kedua (2019 – 2024). Pembangunan bangsa dan negara ini adalah implementasi dari Program Nawacita yang dilaksanakan dengan konsisten dalam upaya menuju Kesejahteraan Rakyat.

Sejatinya, Indonesia memiliki banyak sumber daya manusia unggul. Di masyarakat banyak sekali orang yang pintar. Namun jika dibiarkan berjalan menurut pemikirannya masing-masing, maka bisa mengakibatkan tidak konsistennya arah program pembangunan negara, begitupun efektivitasnya, menjadi tidak optimal.

Kita harus beranjak dari kondisi geografis, sehingga pemikiran secara geospasial dan geopotitik menjadi landasan program yang terencana menuju Keadilan Sosial. Dengan kondisi wilayah Indonesia sebagai Negara Kepulauan dan Negara Agraris, yang suku bangsa dan bahasanya beragam, seharusnya dengan pembangunan yang merata di seluruh wilayah, dengan penataan ruang yang terpadu, akan menghasilkan kemakmuran ekonomi rakyat.

Di era Presiden Jokowi, pada periode pertama di prioritaskan untuk pembangunan infrastruktur. Sedangkan periode kedua fokusnya pada Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Catatannya, SDM yang hendak dibangun adalah SDM yang berkarakter. Karenanya diperlukan Program Bela Negara dan Revolusi Mental bagi Rakyat Indonesia, sehingga slogan Bhinneka Tunggal Ika akan terwujud dalam keterpaduan untuk membangun bangsa secara maksimal.

Dengan SDM unggul yang dimiliki, Indonesia dipastikan mampu mengelola sumber daya alam yang berlimpah bisa menghasilkan nilai tambah yang maksimal bagi seluruh masyarakat. Sehingga kita patut bersikap optimistis, mampu mewujudkan Indonesia Maju, Indonesia Tangguh.

Terkait dengan Pandemi Covid-19, Pemerintah sejak awal 2020 dihadapkan pada penyeimbangan antara Penanganan Kesehatan dan Ekonomi, perlu kita sadari bersama, ada sisi-sisi positip yang tampak, terbuka untuk dimanfaatkan. Di sektor industri misalnya, pandemi mengubah paksa banyak metode dalam proses produksi dan distribusi, sehingga kretivitas manusia ditantang untuk menghasilkan alat baru. Begitupun pada aspek sosial, pandemi ini telah menguatkan lagi sifat gotong royong Bangsa Indonesia yang dalam beberapa dekade terakhir tampak memudar. Pandemi telah membuka ruang baru: pembelajaran menuju peradaban baru.

Ke depan, kita sangat yakin perlunya penekanan pada pendidikan etika, akan meneguhkan kesatuan dan persatuan bersama menuju Indonesia sebagai Mercu Suar Dunia. Kemudian, dengan Kesinambungan Kepemimpinan yang memiliki niat tulus untuk membangun bangsa dan negara, kita optimistis di tahun 2045 akan terwujud INDONESIA EMAS yang kita cita-citakan bersama. Aamiin ya Rabb alaamiin.

Salam,

Ir. Samsul Hadi, Ketua Umum Lembaga Kajian NawaCita

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry