Tangkal Terorisme di Asia Tenggara, Indonesia Inisiasi Kerja Sama ‘Our Eyes’

Tangkal Terorisme, Indonesia Inisiasi “Our Eyes”

Jakarta (charta.id) – INDONESIA menginisiasi dibangunnya platform kerja sama pertahanan yang terfokus pada pertukaran informasi dengan beberapa negara anggota ASEAN. Kerja sama yang diberi nama “Our Eye” itu dibutuhkan guna mencegah dan menumpas terorisme dan radikalisme di kawasan Asia Tenggara.  

Hal itu dikemukakan oleh Dirjen Strategi Pertahanan, Kemenhan, Mayjen TNI Dr. rer. pol. Rodon Pedrason, M.A, ketika menjadi pembicara dengan judul bahasan: “Kewaspadaan Nasional”, 25 Agustus 2021, pada forum Pembekalan bagi Para Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota yang terpilih dalam Pilkada serentak tahun 2020. Kegiatan Pembekalan Kepemimpinan Pemerintahan Dalam Negeri ini diadakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri di Jakarta.

“Ancaman nyata yang dihadapi oleh Indonesia pada saat ini adalah ancaman terorisme dan radikalisme. Berdasarkan analisis kami, jaringan terorisme dan radikalisme itu bersifat lintas negara, baik berskala regional maupun global. Karenanya, untuk mengatasinya pun diperlukan kerja sama di kawasan agar bisa dilakukan secara komprehensif,” kata Dirjen Strahan.

Lebih lanjut Dirjen Strahan memaparkan, agenda utama dalam kerja sama “Our Eye”, yang merupakan inisiatif Menteri Pertahanan Prabowo Subianto itu, adalah pertukaran segala informasi strategis terkait jaringan terorisme dan radikalisme di Asia Tenggara. Mengingat kawasan ini menjadi basis jaringan kelompok-kelompok teroris dan radikalis, setelah kawasan Timur Tengah.   

Tujuan dari dibangunnya platform tersebut, kata Dirjen Strahan, untuk memantau, mengidentifikasi, mengantisipasi, menangkal serta menumpas rencana-rencana aksi terorisme di Asia Tenggara secara kolektif. Adapun negara-negara yang menandatangani kerja sama “Our Eye” ini adalah Indonesia, Malaysia, Philipina, Singapura, Thaliland, dan Brunei Darussalam.

Menurut Dirjen Strahan, untuk menghadapi jaringan terorisme dan radikalisme yang bersifat lintas negara di kawasan Asia Tenggara, tidak efektif jika hanya dilakukan oleh masing-masing negara. Tapi harus dilakukan dengan cara kerja sama. Karenanya diperlukan wadah untuk kerja sama tersebut. 

Selain yang dilakukan oleh aparat keamanan dan unit-unit pertahanan negara, lanjutnya, untuk mengatasi terorisme dan radikalisme, juga diperlukan konsep pembangunan mindset seluruh rakyat Indonesia mengenai Wawasan Kebangsaan, sehingga tidak mudah terprovokasi oleh kelompok tertentu. Implementasi penguatan Wawasan Kebangsaan masyarakat Indonesia, yaitu antara lain melalui diskursus-diskursus tentang nilai-nilai Pancasila dan kesadaran Bela Negara.

Kegiatan Pembekalan Kepemimpinan Pemerintahan Dalam Negeri bagi Bupati/Wali Kota dan Wakil Bupati/Wakil Wali Kota Hasil PILKADA Serentak Tahun 2020 itu dilaksanakan selama tiga hari, 24 – 26 Agustus 2021, secara daring oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri.

Dr. Teguh Setyabudi, M.Pd, Kepala BPSDM Kemendagri (foto: BPSDM KDN)

Sebagaimana disampaikan oleh Kepala BPSDM Kemendagri, Dr. Teguh Setyabudi, M.Pd bahwa Kegiatan Pembekalan Kepemimpinan Pemdagri ini bertujuan untuk, pertama, meningkatkan kemampuan aparatur dalam menjalankan peran sebagai pelaksana kebijakan dan penyelenggara pelayanan publik serta perekat dan pemersatu bangsa.

Kedua, mewujudkan tata kelola Pemerintahan yang baik dan/atau
peningkatan kapasitas keahlian khusus lainnya sesuai dengan kebutuhan daerah dalam mengelola sektor unggulan dan pembangunan daerah, sehingga dapat meningkatkan daya saing dan kemandirian.

Selain Dirjen Strategi Pertahanan Kemenhan, Mayjen TNI Dr. rer. pol. Rodon Pedrason, M.A, pejabat pemerintah yang menjadi pembicara pada forum tersebut adalah Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dengan materi tentang ‘Penanganan Pandemi Covid -19 Dari Sisi Kesehatan’. Menko Perekonomian Airlangga Hartato yang menyampaikan materi ‘Penanganan Pandemi Covid-19 Dari Sisi Kebijakan Pemuliham Ekonomi Nasional (PEN)’. Kemudian Menteri Koperasi & UMKM Teten Masduki dengan paparan makalah ‘Kewirausahaan dan UMKM di Tengah Pandemi Covid-19’.

Ada tiga Pejabat lainnya yang menyampaikan materi pembekalan, 25 Agustus 2021, yaitu Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Menko Perekonomian, dan Menteri PPN/Kepala BAPPENAS. Sedangkan pada tanggal 26 Agustus 2021, Menteri Keuangan, Menteri Pertanian, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) juga akan menyampaikan materi pembekalan masing-masing di forum Pembekalan Kepemimpinan Pemerintahan Dalam Negeri bagi Bupati/Wali Kota dan Wakil Bupati/Wakil Wali Kota Hasil PILKADA Serentak Tahun 2020 tersebut.

Peserta Pembekalan Kepemimpinan Pemdagri (foto: BPSDM KDN)

Para pembicara dan juga peserta sangat mengapresiasi forum yang diselenggarakan oleh BPSDM Kemendagri itu. Mereka juga sangat berterima kasih kepada Menteri Dalam Negeri yang telah memfasilitasi acara tersebut. Meski diselenggarakan pada waktu yang terbatas di tengah Pandemi Covid-19, para peserta tampak antusias hingga forum berjalan sangat dinamis. (Yus HT, Charta.id)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2