Tolak Bala Pageblug

Tolak Bala Pageblug

Ringgit kacarita, diceritakan wabah penyakit atau pageblug sedang melanda di seantero negeri. Masing-masing penduduk tidak mau lagi saling berinteraksi, warga saling menghindari warga yang lain. Sanak saudara, kerabat, handai taulan dan tetangga hampir tidak ada berhubungan lagi.

Pageblug ini menjadi lebih buruk dan luar biasa hingga sampai-sampai menyebabkan seorang anak yang enggan menengok kedua orang tuanya terjangkit wabah, seolah-olah mereka tak peduli, ini semua diakibatkan oleh ketakutan terjangkit wabah ini. Semua ingin cari selamat sendiri-sendiri.

Uang tidak laku lagi, rasa kesetiakawan sosial sudah punah, banyak orang kaya yang rela membayar upah tinggi untuk mendapatkan perawatan, namun tidak ada yang peduli. Apalagi nasib dari kalangan kelas bawah, banyak dari mereka menderita sehingga mereka ketahuan mati ketika tetangga mencium bau mayat.

Banyak adipati peguasa daerah itu mencari solusi dengan cara sendiri-sendiri, bahkan terkesan berlebihan, unjuk tampang menonjokan diri, dari me-lockdown daerah wewenangnya, melakukan ritual tolak bala sampai dengan ramai-ramai melakukan kirab pusaka pengusir pagebluk.

Gambar dari Historia.id

Kadipaten Wetan kali, mengeluarkan Tombak Kyai Gringsing yang kemudian diarak beramai ramai mengelingi kota, mereka percaya bahwa Tombak Kyai Gringsing mempunyai pamor singkir, yakni bisa menolak segala marabahaya.

Sementara Kadipaten Kulon Kali juga tak mau ketinggalan mereka mengeluarkan sebuah bendera pusaka Kyai Tunggul Wulung, yang mereka mempercayai sekali di keluarkan dari peti, di bentang dan dikibarkan dan kemudian diarak keseluruh kadipaten,maka marabahaya akan pergi.

Tidak mau kalah, kadipaten di luar pulau pun melakukan hal yang serupa yakni setiap pusaka yang mereka punyai akan diberi Passingkerru Sumange atau tali ikatan semangat. Bahkan pusakanya ada yang di beri Aji Salawu berupa Batu Pirus, yang mereka percayai menolak bala.

Melihat keadaan negeri yang gawat tersebut, Prabu Airlangga sang penguasa negeri kemudian melakukan nenepi, yakni menyendiri, diam berfikir, mengheningkan cipta untuk mencari solusi. Tak lama kemudian dia memanggil salah satu pembantunya, Mahamenteri I Rahayon sang Empu Dr. dr Barada Sp Rad.

Sang Prabu menitahkan Empu Barada untuk menanggulangi wabah penyakit ini dan mencari cara efektif untuk membasmi. Setelah itu Empu Barada langsung bergerak mencari sebab dan sumber dari wabah atau pageblug ini. Ternyata wabah ini disebabkan oleh sihir jahat dari Nyai Calon Arang 19 (Nyai Covid 19)

Singkat cerita, dengan kerja keras dan semangat untuk menyelamatkan negeri Sang Mahamenteri I Rahayon, Mpu Dr. dr Barada Sp Rad, mampu menanggulangi wabah penyakit ini dan membasmi Nyai Calon Arang 19 (Nyai Covid 19).

Kemudian sang Prabu Airlangga pun mengumumkan kepada penduduk seluruh negeri keadaan sudah aman tertanggulangi dan beliaupun mengeluarkan himbauan dan cara pencegahan apabila ada sihir jahat covid 19 lagi.

Adapun himbauannya adalah:

  1. Tidak perlu takut dengan yang namanya sihir jahat Nyai Calon Arang. Karena sihir covid 19 dari data yang saya terima 94 persen lebih penderitanya dapat disembuhkan.
  2. Jangan lupa untuk mencuci tangan dengan air yang mengalir dan sabun
  3. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut.
  4. Menjaga jarak jarak terhadap siapa saja yang batuk atau bersin
  5. Memberikan masker kepada yang sakit agar tidak menular kepada yang lain
  6. Peduli sesama, gotong royong, pelihara kerukunan dan tetap jaga persatuan dan kesatuan

Demikian cerita dari mbah mbayat, sanes wekdal dipun lajengaken.

Nuwun,


Wahyu I Widodo


Kasongan 14/03/2020

Catatan:
repost tentang nyai covid calon arang 19, yang saya release di awal pandemi.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry