Upaya BNPT Dalam Menanggulangi Terorisme di Indonesia

Upaya BNPT Dalam Menanggulangi Terorisme di Indonesia

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Boy Rafli Amar mengatakan bahwa tugas BNPT dalam menanggulangi terorisme masuk dalam tiga bidang.

“Ada tiga bidang pencegahan di BNPT yang telah diatur dalam UU No.5 Tahun 2018 yakni membangun kesiagaan nasional, melakukan kontra radikalisasi dan yang ketiga reradikalisasi,” katanya melalui wawancara bersama RRI, Selasa (8/9/2021). 

Dalam pencegahan ini, katanya, BNPT melakukan upaya koordinasi antara aparat penegak hukum, baik dari unsur kepolisian, kejaksaan, TNI dan lainnya.  

“Tentu kita bekerja sama dengan melakukan kesiagaan bersama dengan seluruh unsur masyarakat dengan memberikan penyuluhan kepada masyaratakat agar tidak terjebak pada kejahatan terorisme dan agar proses hukumnya berjalan dengan lancar,” jelasnya.

Sementara dalam hal radikalisasi, Boy menyatakan jika kegiatan yang diberikan kepada BNPT yang terlibat oleh aksi terorisme. Sehingga ada proses lanjutan atau edukasi agar masyarakat tidak terjebak lagi kepada aksi terorisme. 

“Radikalisme disini adalah yakin toleran, dalam hal ini kebanyakkan dari pengamatan kita, radikal kebanyakkan tumbuh karena adanya pihak tertentu untuk memanfaatkan konteks agama,” tuturnya.

Apalagi saat ini semua hal dilakukan serba digital dan pengguna internet dapat lebih dari 200 juta penduduk Indonesia. Untuk itu, BNPT ikut masuk ke dalam lini media sosial.

“Mereka itu sangat rentan, jadi akan banyak di akses oleh anak-anak muda kita. Media sosial ini kan ruang publik yang harus kita atur, dan penggunaan media sosial ini harus memiliki tujuan yang baik menurut UU ITE,” jelasnya kembali. 

Boy menambahkan jika aspek pencegahan wajib dilakukan dengan terus mempropagandakan tentang modernasi beragama, mengutakan nilai-nilai luhur kita sesuai ideologi pancasila.

“Mereka biasanya setelah terakses dengan sumber informasi yang mengarah pemikiran radikal terorisme atau yang lainnya mereka akan tidak lagi bersosialisasi lagi dengan lingkungan sekitar maupun keluarga dan cenderung tertutup,” imbuhnya.

“Aspek pencegahan yang harus kita lakukan adalah terus mempropagandakan,” pungkasnya. (Oleh: Vinta Editor: Nugroho, rri.co.id)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry