Bandar Lampung – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cab. B. Lampung bersama dengan Lampung Geh memperingati hari anak nasional berupa pelatihan desain grafis dan diselingi juga dengan pendampingan motorik kasar yang disalurkan melalui permainan-permainan yang mengasikan. Acara tersebut dilaksanakan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Pelita Kasih Sukabumi Indah dan dimulai pada pukul 08.00, pada hari Jumat, 25 Juli 2025.
Kegiatan ini dipersiapkan dan dilakukan oleh Anggota biasa PMKRI cab. B. Lampung yang dimotori oleh Presidium Gerakan Kemasyarakatan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia dengan mengusung tema “PMKRI _Goes to_ SLB Pelita Kasih”. Harapannya semoga karya ini juga dapat membantu untuk mewujudkan cita-cita besar yaitu Indonesia Emas 2045.
Pauli Diva Arini sebagai Ketua Presidium PMKRI mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting bagi generasi penerus bangsa Indonesia.
“Peringatan hari anak nasional ini sungguh sangat perlu kita perhatikan karena anak-anak yang kita sebut sebagai aset negara ini yang pastinya akan menjadi tolak ukur bertahan atau tidaknya sebuah negara, serta tak lupa kita juga memiliki hak dan kewajiban yang sama walaupun kita memiliki keterbatasan yang berbeda-beda. Maka dari itu kami hadir untuk sama-sama berjuang mewujudkan salah satu cita-cita negara kita yaitu generasi emas 2045 melalui pendampingan kepada teman-teman kita yang ada di Sekolah luar biasa Pelita Kasih ini”, ujarnya.
Kegiatan yang telah dilakukan oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia cab. B. Lampung ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa generasi muda juga memiliki kepedulian terhadap cita-cita negara kita yaitu generasi emas 2045.
Romo moderator PMKRI, RD. Philipus Suroyo sangat mengapresiasi kegiatan yang bertajuk “PMKRI _Goes to_ SLB” ini.
“Kegiatan ini harus terus ditingkatkan, diperjuangkan dan diupayakan bukan saja untuk hari ini tapi dikemudian hari karena kegiatan hari ini sungguh sangat membekali, sangat memodali anak-anak yang difabel apalagi di era digitalisasi ini” ujar Romo Roy.
Lebih lanjut Romo RD. Philipus Suroyo juga menyoroti isu literasi digital bagi keberlangsungan anak-anak yang ada di SLB tersebut.
“Pentingnya literasi media sehinga mereka kritis, cerdas, cerdik, bijak dalam bermedia. Tidak menjadi korban media,
tetapi menangkap sisi positip media untuk pewartaan dan membangun narasi positip terkait dengan nilai nilai kemanusiaan, kehidupan yang patut untuk dibela dan diperjuangkan bersama”, tambahnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, sebagai organisasi kemasyarakatan pemuda, PMKRI Cab. B. Lampung berharap agar nilai-nilai kemanusiaan dapat selalu diimplementasikan secara adil tanpa memandang perbedaan-perbedaan yang ada, terutama bagi mereka yang “berkebutuhan khusus”.
Acara ini terselenggara atas dukungan dari Kepolisian Daerah Lampung, Sekolah Luar Biasa Pelita Kasih, Keuskupan Tanjung Karang, Lampung Geh serta Anggota Biasa Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia cab B. Lampung.













