Bandar Lampung, Charta.id — Sebanyak 2.000 peserta dijadwalkan mengikuti Upacara Peringatan Hari Santri 2026 Kota Bandar Lampung di Bumi Perkemahan Cabang (Bupercab), Rajabasa, Kamis (22/10/2026).
Peserta berasal dari pondok pesantren, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan lintas agama, jajaran Pemerintah Kota, serta Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Pemerintah Kota, Kantor Kementerian Agama, Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP), dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Kota Bandar Lampung.
Untuk mematangkan persiapan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Erwinto, memimpin rapat di ruang kerjanya, Jumat (16/10/2026). Rapat dihadiri Kepala Subbagian Tata Usaha, para kepala seksi, penyelenggara, Ketua Kelompok Kerja Pengawas, Ketua FKPP, serta Ketua RMI.
Pertemuan membahas kesiapan peserta, pembagian tugas, pengaturan lokasi, petugas upacara, serta koordinasi antarpihak agar kegiatan yang melibatkan ribuan peserta tersebut berlangsung tertib, aman, dan lancar.
Erwinto menegaskan, pelaksanaan upacara harus mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan Kementerian Agama.
“Upacara Hari Santri ini dilaksanakan berdasarkan SE Menteri Agama Nomor 6 Tahun 2026 dan SE Sekjen Nomor 22 Tahun 2026. Seluruh persiapannya harus sesuai pedoman, tertib, dan khidmat,” ujar Erwinto.
Dalam waktu dekat, Kementerian Agama bersama FKPP dan RMI akan beraudiensi dengan Wali Kota Bandar Lampung untuk membahas kesiapan serta dukungan Pemerintah Kota terhadap pelaksanaan kegiatan.
Ketua FKPP Kota Bandar Lampung, Ustaz Amirudin, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pondok pesantren, terutama terkait pendataan peserta dan pengaturan rombongan santri.
Sementara itu Ketua RMI Kota Bandar Lampung, Ustaz Amar, memastikan koordinasi dengan pengasuh dan pengelola pesantren terus dilakukan menjelang kegiatan. RMI juga telah melakukan berbagai persiapan teknis untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut.
“RMI telah melakukan berbagai persiapan teknis untuk kegiatan ini, termasuk berkoordinasi dengan pengasuh dan pengelola pesantren agar pelaksanaan berjalan tertib dan lancar,” ujar Amar.
Keterlibatan organisasi lintas agama memperluas makna Hari Santri sebagai ruang kebersamaan. Selain mengenang perjuangan kaum santri, peringatan ini diharapkan memperkuat persatuan dan kerukunan antarumat beragama.
Panitia akan terus memeriksa kesiapan lokasi, menata kedatangan peserta, dan menyelesaikan pembagian tugas hingga hari pelaksanaan. Kolaborasi antarlembaga diharapkan membuat upacara berlangsung semarak sekaligus menegaskan kontribusi santri dan pesantren bagi kehidupan sosial, keagamaan, dan kebangsaan.(*)














