Bandar Lampung, Charta.id – Jabatan bisa membawa seseorang berdiri di tengah sorotan. Politik bisa mengantarkan seseorang bertemu banyak kepentingan. Namun, ketika riuh dunia luar mereda, ada satu tempat yang selalu punya arti berbeda: rumah, tempat keluarga menunggu dan cinta menemukan maknanya.
Bagi Rezki Wirmandi, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Bandarlampung yang juga anggota Komisi I, kehidupan bukan hanya tentang tanggung jawab politik dan pengabdian kepada masyarakat. Ada peran lain yang tak kalah penting, bahkan lebih personal: menjadi suami bagi Yuditia Rani dan ayah bagi dua buah hatinya, Muhammad Qianno Alceo Wirmandi dan Muhammad Quennela Alcero Wirmandi.
Di gedung dewan, Rezki menjalankan peran sebagai wakil rakyat. Ia berada dalam dinamika politik, menyikapi persoalan pemerintahan, serta mengemban tanggung jawab melalui tugas-tugas kedewanan. Setiap peran menuntut keseriusan, ketegasan, dan kemampuan mengambil sikap.
Namun, kehidupan tidak sepenuhnya diukur dari apa yang dicapai di ruang publik. Ada hal-hal sederhana yang nilainya justru tak tergantikan: waktu bersama keluarga, menyaksikan anak-anak bertumbuh, serta menjaga kehangatan hubungan di tengah kesibukan.
Di situlah keluarga memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan seorang Rezki Wirmandi.
Menjadi wakil rakyat berarti bersedia membawa harapan banyak orang. Menjadi suami dan ayah berarti menjaga kepercayaan orang-orang terdekat. Dua peran yang berbeda, tetapi sama-sama menuntut tanggung jawab dan ketulusan.
Tak selalu mudah membagi waktu di antara agenda politik dan kehidupan rumah tangga. Ada pekerjaan yang menuntut kehadiran, ada tanggung jawab yang harus dituntaskan. Namun, di tengah semua itu, keluarga mengingatkan bahwa kehidupan bukan perlombaan untuk terus berada di depan, melainkan perjalanan untuk tetap dekat dengan orang-orang yang berarti.
Bagi seorang ayah, anak-anak bukan sekadar bagian dari kebahagiaan hari ini. Mereka juga menjadi pengingat tentang masa depan, tentang nilai-nilai yang perlu ditanamkan, serta teladan yang kelak akan mereka kenang.
Muhammad Qianno Alceo Wirmandi dan Muhammad Quennela Alcero Wirmandi menjadi bagian dari perjalanan keluarga Rezki. Sementara Yuditia Rani adalah sosok yang berbagi kehidupan rumah tangga bersamanya.
Di balik nama, jabatan, dan aktivitas politik, ada kehidupan yang berjalan lebih sederhana. Kehidupan yang tidak selalu membutuhkan sorotan, tetapi tetap memerlukan perhatian. Sebab, pengabdian tidak hanya berbicara tentang bagaimana seseorang menjalankan amanah di hadapan masyarakat, tetapi juga bagaimana ia menjaga tanggung jawab di lingkungan terdekatnya.
Pada akhirnya, jabatan memiliki masa, dinamika politik akan terus berubah, dan sorotan publik bisa datang silih berganti. Namun, keluarga menyimpan makna yang jauh lebih panjang dari sekadar perjalanan karier.
Bagi Rezki Wirmandi, ada dua dunia yang berjalan beriringan: ruang publik tempat amanah diperjuangkan dan rumah tempat cinta menemukan tempatnya.
Sebab, setinggi apa pun seseorang melangkah dalam politik, selalu ada makna dalam menjaga tempat untuk pulang.(*)














