banner 728x250

Menteri PKP Maruarar Sirait Hadiri Gala Dinner Hut REI ke 54 Tahun 2026

banner 468x60

Bandar Lampung, Charta.id — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Maruarar Sirait menghadiri Gala Dinner Hari Ulang Tahun ke-54 Realestat Indonesia (REI) yang digelar di Graha Wangsa, Kamis (7/5/2026) malam.

Kegiatan tersebut menjadi puncak rangkaian perayaan HUT REI ke-54 yang sebelumnya diisi dengan berbagai agenda sosial dan bisnis, mulai dari penanaman pohon, forum bisnis, hingga konvoi odong-odong keliling Kota Bandar Lampung.

Example 300x600

Dalam sambutannya, Maruarar mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung yang disebut menjadi tertinggi kedua di Pulau Sumatera berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat, Kementerian PKP menambah kuota bantuan program bedah rumah untuk masyarakat Lampung dari sebelumnya 9.500 unit menjadi 11.000 unit.

“Lampung pertumbuhannya nomor dua se-Sumatera. Karena itu, setelah saya cek masih ada sisa kuota, saya tambahkan dari 9.500 menjadi 11.000 bedah rumah untuk Lampung,” kata Maruarar.

Menurut dia, penambahan kuota sebanyak 1.500 unit itu diberikan karena Pemerintah Provinsi Lampung dinilai siap menjalankan program tersebut serta masih banyak masyarakat yang membutuhkan hunian layak.

Maruarar juga meminta Pemerintah Provinsi Lampung segera mengirimkan tim ke Jakarta untuk mempercepat proses teknis pelaksanaan tambahan kuota bantuan tersebut.

Selain itu, ia memaparkan sejumlah target pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto di sektor perumahan. Salah satunya adalah rencana pembangunan 10 kota baru di Indonesia.

Pemerintah, kata dia, juga terus mendorong implementasi kebijakan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) agar berjalan efektif di seluruh daerah.

Dalam kesempatan itu, Maruarar menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme pengembang perumahan dalam menjalankan usaha.

Ia menyebut setiap kebijakan di sektor perumahan harus berpijak pada tiga aspek utama, yakni memberikan manfaat bagi negara, rakyat, dan dunia usaha.

“Negara sangat membutuhkan pengusaha yang kuat, berkualitas, dan bertanggung jawab. Saya ingin nama REI dijaga, pastikan anggota REI benar-benar menjadi pengembang yang bertanggung jawab terhadap konsumennya,” ujar Maruarar.

 

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *