banner 728x250

BRI Region 5 Bandar Lampung Salurkan KUR Rp3,57 Triliun ke 66 Ribu hingga April 2026, Bukti Perkuat Pemberdayaan UMKM Naik Kelas

banner 468x60

Bandar Lampung, Charta.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Regional 05 Bandar Lampung mencatatkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp3,57 triliun hingga April 2026 kepada 66.057 debitur. Penyaluran tersebut menjadi bagian dari komitmen BRI dalam memperkuat pemberdayaan UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Regional Micro Banking Head BRI Bandar Lampung Rahmad Budi Sulistia menyampaikan bahwa penyaluran KUR di wilayah Lampung dan Bengkulu didominasi pertanian sesuai dengan potensi daerah. Adapun, sektor pertanian memperoleh porsi sebesar 58,72% atau setara Rp2,09 triliun dari total penyaluran KUR Mikro BRI.

Example 300x600

Menurutnya, dominasi sektor pertanian menunjukkan bahwa pembiayaan yang disalurkan BRI diarahkan untuk mendukung aktivitas usaha yang memiliki dampak langsung terhadap penguatan ekonomi masyarakat dan ketahanan sektor produktif di daerah.

“Melalui akses pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau, pelaku UMKM memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kapasitas usahanya, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat daya saing ekonomi daerah,” ujar Rahmad.

Ia menambahkan, penyaluran KUR juga menjadi bagian dari dukungan BRI terhadap agenda pembangunan nasional, sejalan dengan Asta Cita Pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM, pemerataan pembangunan, serta penciptaan lapangan kerja.

BRI pun tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dengan mengedepankan aspek transparansi dan akuntabilitas. Hal tersebut penting mengingat penyaluran KUR bersumber dari dana perbankan yang berasal dari penghimpunan dana masyarakat sehingga kualitas kredit tetap harus dijaga secara optimal.

“Ini merupakan bagian dari peran BRI dalam memperkuat ekonomi berbasis UMKM di daerah. Selain memperluas akses pembiayaan, BRI juga mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui berbagai program pemberdayaan agar UMKM tidak hanya memperoleh modal, tetapi juga mampu tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Selain penyaluran pembiayaan, BRI Region 5 Bandar Lampung juga terus memperkuat ekosistem pemberdayaan UMKM melalui berbagai program pendampingan dan pengembangan usaha. Hingga April 2026, program Desa BRILiaN tercatat telah menjangkau 561 desa, sementara program Klasterku Hidupku telah membina 3.866 klaster usaha di wilayah Lampung dan Bengkulu.

BRI juga terus mendorong penguatan kapasitas pelaku UMKM melalui platform digital LinkUMKM sebagai sarana edukasi dan pengembangan usaha. Hingga April 2026, sebanyak 124.691 pelaku usaha di wilayah Lampung dan sekitarnya telah memanfaatkan layanan tersebut untuk memperoleh berbagai informasi dan pendampingan, mulai dari pelatihan usaha, literasi keuangan, pengembangan kapasitas bisnis, hingga perluasan akses pasar secara digital.

Selain itu, Rumah BUMN BRI Bandar Lampung yang berada di Bakauheuni dan Mana aktif melakukan pendampingan kepada 7.388 UMKM melalui 188 pelatihan yang difokuskan pada peningkatan kapasitas usaha, penguatan literasi keuangan, serta pengembangan kemampuan pelaku usaha.
Rahmad menegaskan bahwa dukungan BRI kepada UMKM tidak hanya terbatas pada akses permodalan, tetapi juga mencakup pendampingan usaha dan edukasi finansial agar pelaku usaha dapat mengelola bisnisnya secara lebih adaptif, berkelanjutan, dan bertanggung jawab.

“Ke depan, BRI Region 5 Bandar Lampung akan terus mendorong penyaluran KUR yang fokus pada sektor produktif agar pembiayaan yang diberikan mampu memberikan dampak nyata bagi perkembangan usaha masyarakat. Kami juga terus mengedukasi pelaku usaha untuk semakin melek digital dan memanfaatkan platform penjualan online sehingga kapasitas usaha mereka dapat meningkat dan mampu naik kelas,” tegas Rahmad.

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *