banner 728x250

Tayuhan KAGAMA Lampung: Bukan Sekadar Reuni, Tapi Gerakan Membangun Daerah

banner 468x60

Bandar Lampung, Charta.id – SUASANA hangat terasa sejak malam mulai turun di Mahan Agung, Bandar Lampung, Jumat, 15 Mei 2026. Para alumni Universitas Gadjah Mada dari berbagai daerah di Lampung datang bukan sekadar menghadiri seremoni organisasi. Mereka berkumpul dalam satu semangat: merajut kolaborasi untuk pembangunan daerah.

Momentum itu menjadi pembuka rangkaian besar “Tayuhan KAGAMA Lampung 2026”, sebuah agenda yang dirancang lebih dari sekadar pelantikan pengurus. Di balik rangkaian acara tersebut, tersimpan gagasan besar tentang sinergi kampus, alumni, pemerintah, dan masyarakat desa.

Example 300x600

Ketua Pelaksana Tayuhan KAGAMA Lampung 2026 sekaligus Ketua Harian KAGAMA Lampung, Andri Restuni Nufiar, mengatakan seluruh kegiatan tahun ini sengaja diintegrasikan dalam satu momentum agar dampaknya lebih nyata dan terasa luas.

“Selama ini ada banyak kegiatan yang berjalan sendiri-sendiri. Tahun ini kami satukan menjadi satu hajatan besar. Kami ingin menghadirkan dampak yang lebih terasa, sekaligus menunjukkan kuatnya sinergi antara kampus, alumni, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah,” ujar Andri.

Ia menyebut Tayuhan KAGAMA Lampung bukan hanya agenda internal alumni, tetapi juga ruang mempertemukan gagasan pembangunan dengan potensi daerah.

“Ini bukan sekadar kumpul alumni. Ada penguatan organisasi, kerja sama strategis, dialog pembangunan desa, sampai kunjungan langsung melihat potensi daerah. Semua dirancang dalam satu rangkaian yang saling terhubung,” katanya.

Malam penyambutan bertajuk Nemui Nyimah menjadi simbol kehangatan khas Lampung. Pemerintah Provinsi Lampung menjamu Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D.

Hadir pula, Sekretaris Jenderal PP KAGAMA yang juga Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria, S.Fil., M.Sc., M.B.A., unsur Kementerian Desa, Wakil Rektor III UGM, para dekan dan pimpinan UGM, hingga pengurus KAGAMA dari seluruh Lampung.

Nuansa kekeluargaan terasa kuat. Tidak ada sekat formal yang kaku. Para alumni lintas generasi bercengkerama sambil membicarakan masa depan Lampung dan kontribusi perguruan tinggi bagi daerah.

Keesokan harinya, Sabtu 16 Mei 2026, rangkaian utama Tayuhan dimulai dengan pelantikan Pengurus Daerah, Pengurus Cabang, hingga Pengurus Komunitas KAGAMA di Lampung.

Kepengurusan Pengda KAGAMA Lampung dipimpin oleh Drs. Qodratul Ikhwan, M.M. yang juga Bupati Tulang Bawang, bersama Andri Restuni Nufiar sebagai Ketua Harian.

Selain itu, turut dilantik pengurus cabang dari berbagai kabupaten seperti Mesuji, Tulang Bawang Barat, Way Kanan, Lampung Utara, Lampung Tengah, Tanggamus, Tulang Bawang, Pesisir Barat, Lampung Selatan, Lampung Timur, hingga Lampung Barat. Komunitas KAGAMA Great Giant Pineapple juga resmi dikukuhkan.

Tidak berhenti pada penguatan organisasi, Tayuhan juga menjadi panggung lahirnya berbagai kerja sama strategis.

Universitas Gadjah Mada menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan sejumlah pemerintah kabupaten, di antaranya Lampung Utara, Pringsewu, Tanggamus, Pesisir Barat, Tulang Bawang, dan Lampung Timur.

Kerja sama juga dijalin dengan sejumlah perguruan tinggi di Lampung seperti Universitas Lampung, UIN Raden Intan Lampung, Universitas Muhammadiyah Metro, Universitas Muhammadiyah Pringsewu, hingga Universitas Indonesia Mandiri.

Tema “Membangun dari Desa” kemudian menjadi ruh dalam talk show strategis yang digelar usai pelantikan. Diskusi itu membahas bagaimana desa tidak lagi dipandang sebagai wilayah pinggiran, melainkan pusat pertumbuhan baru yang menyimpan kekuatan ekonomi, budaya, dan pariwisata.

Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat dan membantu daerah menemukan kekuatannya sendiri.

“UGM percaya pembangunan Indonesia yang kuat harus bertumpu pada desa. Karena itu kami ingin kerja sama ini tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar menyentuh masyarakat melalui pengabdian, riset, pendidikan, dan pemberdayaan,” ujarnya.

Wakil Rektor III UGM Dr. Arie Sujito menambahkan bahwa keterlibatan alumni menjadi energi penting dalam memperluas dampak kampus bagi masyarakat.

“KAGAMA memiliki jaringan luar biasa. Ketika alumni, pemerintah daerah, dan kampus bergerak bersama, maka pembangunan akan lebih cepat terasa manfaatnya,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PP KAGAMA yang juga Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria, S.Fil., M.Sc., M.B.A., menilai Lampung memiliki posisi strategis sebagai gerbang Sumatera yang perlu terus diperkuat, terutama melalui transformasi desa dan pengembangan sumber daya manusia.

“Desa hari ini harus mampu naik kelas. Digitalisasi, pendidikan, dan kolaborasi menjadi kunci. Saya melihat semangat itu tumbuh kuat di Lampung,” ujarnya.

Gubernur Lampung melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Ekobang) Sekretariat Daerah Provinsi Lampung Mulyadi Irsan, menyambut baik hadirnya kolaborasi besar antara UGM, KAGAMA, dan pemerintah daerah.

“Lampung membutuhkan banyak ruang kolaborasi seperti ini. Kampus memiliki kekuatan ilmu pengetahuan, pemerintah memiliki kewenangan, dan alumni memiliki jaringan serta pengalaman. Jika disatukan, dampaknya akan besar bagi masyarakat,” katanya.

Ketua Pengda KAGAMA Lampung yang juga Bupati Tulang Bawang, Drs. Qodratul Ikhwan, M.M., mengatakan Tayuhan menjadi momentum mempererat persaudaraan sekaligus mempertegas kontribusi alumni UGM bagi daerah.

“KAGAMA Lampung harus hadir bukan hanya sebagai organisasi alumni, tetapi sebagai bagian dari solusi pembangunan daerah. Kami ingin manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Usai seluruh agenda utama, rombongan melanjutkan perjalanan ke Lampung Selatan.(Lamsel) dalam agenda Anjang Silau bersama rektor UGM, KAGAMA, dan Pemkab Lamsel.

Rombongan disambut oleh Wakil Bupati Lamsel M Syaiful Anwar mewakilkan Bupati Lamsel Radityo Egi Pratama di Aula Rajabasa Komplek Kantor Bupati Lamsel.

Dalam sambutan, Bupati merasa senang dan terhormat menerima kunjungan rektor UGM serta Kagama di Lamsel. “Kami berteman dengan lulusan UGM saja merasa bangga, apalagi ini bu Rektor langsung berkenan berkunjung ke Lamsel,” ucapnya.

Ia mengaku, pihaknya membuka diri untuk menguatkan kerja sama dengan UGM, karena selain letak geografis yang strategis sebagai gerbang Jawa Sumatera.

“Kunjungan itu menjadi penegasan komitmen kerja sama UGM dengan Pemkab Lamsel, khususnya dalam pengabdian masyarakat dan pengembangan pariwisata berbasis potensi desa. Lamsel memiliki potensi yang sangat banyak untuk dikembangkan, misal pariwisata, pertanian, perkebunan dan kawasan Industri” katanya.

Menjelang sore, suasana berubah semakin cair saat rombongan menikmati salah satu pantai di Kalianda. Langit jingga perlahan turun menemani percakapan hangat para alumni.

Di tepi pantai itu, mereka menikmati segubal, air kelapa muda, dan otak-otak khas Kalianda sambil berbagi cerita dan tawa.

Semakin spesial, Pengcab KAGAMA Lamsel secara khusus menyiapkan durian sebagai tambahan kuliner ala orang Lampung.

Tak ada podium. Tak ada batas jabatan. Yang tersisa hanyalah rasa kekeluargaan, keyakinan bahwa pembangunan tidak selalu lahir dari ruang-ruang formal, tetapi juga dari kebersamaan yang tulus dan keinginan untuk pulang membawa manfaat bagi daerah.

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *