banner 728x250

Menjadi Khotib Idul Adha, Prof. Warsito Sampaikan Hikmah Idul Adha di Tengah Konflik Global

banner 468x60

Bandar Lampung, Charta.id — Suasana khidmat dan penuh semangat mewarnai pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 H di Komplek Perguruan Muhammadiyah Labuhan Ratu, Bandar Lampung, Rabu (27/5/2026). Ribuan jamaah memadati halaman komplek hingga pinggir jalan di sekitarnya, dengan barisan parkir kendaraan yang mengular sebagai tanda antusiasme warga dalam merayakan Hari Raya Kurban tahun ini.

Jamaah mulai berdatangan sejak pukul 06.15 WIB. Shalat Ied pun resmi dimulai tepat pukul 07.00 WIB dengan bertindak sebagai imam Prof. Syafrimen, yang juga menjabat sebagai Ketua LAZISMU Lampung. Suasana tertib dan penuh kekhusyukan mengiringi setiap takbir yang dikumandangkan bersama.

Example 300x600

Meneladani Nabi Ibrahim di Tengah Gejolak Timur Tengah

Tampil sebagai khatib adalah Prof. Warsito, yang dalam keseharian juga mengemban amanah sebagai Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung sekaligus Deputi IV Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia. Dalam khutbahnya, Prof. Warsito mengangkat tema aktual yang dekat dengan kehidupan masyarakat: “Hikmah Meneladani Nabi Ibrahim A.S. di Tengah Dinamika Konflik Global di Timur Tengah.”

Prof. Warsito menyoroti bagaimana eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. “Konflik yang terus berlanjut di Timur Tengah bukan sekadar isu geopolitik yang jauh dari kita. Dampaknya nyata: harga energi meningkat, harga bahan pokok ikut naik, dan tekanan ekonomi semakin dirasakan oleh keluarga-keluarga kita,” ujar Prof. Warsito di hadapan ribuan jamaah.

Tiga Hikmah: Sabar, Ikhtiar, dan Hemat

Hikmah Pertama: Sabar. Khatib mengingatkan teladan kesabaran Nabi Ibrahim A.S. yang diuji dengan cobaan luar biasa, namun tetap teguh dalam ketaatan kepada Allah SWT. Nilai kesabaran ini relevan bagi umat Islam Indonesia yang tengah menghadapi tekanan ekonomi. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 153: “Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Hikmah Kedua: Ikhtiar. Prof. Warsito menggarisbawahi bahwa Nabi Ibrahim A.S. tidak berpangku tangan dalam menghadapi kesulitan. Kisah Siti Hajar yang berlari antara Shafa dan Marwa mencari air untuk putranya Ismail merupakan teladan ikhtiar tanpa henti. “Islam mengajarkan kita untuk tidak menyerah kepada keadaan. Berdoa adalah kewajiban, namun ikhtiar adalah bagian tak terpisahkan dari keimanan kita,” tegasnya. Hal ini selaras dengan QS. Ar-Ra’d ayat 11 yang menegaskan bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang berusaha mengubahnya.

Hikmah Ketiga: Hidup Berhemat. Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok, khatib mendorong jamaah untuk menerapkan gaya hidup yang proporsional dan tidak berlebih-lebihan. Dalam QS. Al-Isra’ ayat 27, Allah SWT menegaskan bahwa orang-orang yang boros adalah saudara-saudara setan. “Idul Adha bukan hanya tentang berkurban hewan, tetapi juga tentang berkurban atas hawa nafsu kita sendiri, termasuk nafsu konsumtif yang tidak produktif,” pesan Prof. Warsito menutup khutbahnya.

Khutbah yang disampaikan dengan lugas dan penuh data aktual itu disambut antusias oleh para jamaah. Usai shalat dan khutbah, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan prosesi penyembelihan hewan kurban di lingkungan komplek Perguruan Muhammadiyah Labuhan Ratu, Bandar Lampung.

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *