Bandar Lampung, Charta.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung melaksanakan kegiatan penanaman 1.000 pohon bakau di kawasan hutan mangrove Pulau Pasaran, Kelurahan Kota Karang, Kecamatan Teluk Betung Timur (TBT), Kamis (4/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian partai terhadap pelestarian lingkungan sekaligus upaya menjaga ekosistem pesisir dari ancaman abrasi dan kerusakan lingkungan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, mengatakan bahwa penanaman pohon bakau tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang menekankan pentingnya menjaga, melindungi, dan melestarikan lingkungan hidup.
“Penanaman mangrove ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung pelestarian lingkungan. Instruksi Ibu Megawati sangat jelas, bahwa kader PDI Perjuangan harus hadir dan berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam demi keberlangsungan hidup generasi mendatang,” ujar Dedi Yuginta.
Menurut Dedi Yuginta, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bandarlampung ini, keberadaan hutan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, mencegah abrasi pantai, serta menjadi habitat berbagai biota laut.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung, Bendahara DPD PDI-P Lampung, Kostiana, Ketua DPC PDI-P kota Dedi Yuginta, Sekretaris Irwansyah, Wakil Ketua Bidang Kehormatan Melinda dan lainnya, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Endang Asnawi, Wiwik Anggraini, serta kader partai PAC dan ranting-ranting yang turut berpartisipasi dalam penanaman pohon bakau secara gotong royong.
Melalui kegiatan ini, DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan serta mendorong upaya konservasi mangrove sebagai salah satu langkah nyata menghadapi perubahan iklim dan menjaga kelestarian kawasan pesisir di Bandar Lampung.
Sementa, M Rizki Irwanda Ketua Pelaksana kegiatan tersebut mengatakan, bahwa program penanaman pohon mangrove tersebut merupakan agenda tahunan yang dilakukan PDI-P. Dan penanaman pohon bakau kali ini dititik kan di Pulau Pasaran. “Kami melakukan penanaman pohon bakau ini karena kita pandang hutan bakau mampu menahan abrasi pantai, dan melestarikan hutan bakau. Dan ini kegiatan penanaman pohon bukan kali ini saja, tetapi DPC PDI-P sering kaki melakukannya dan bukan hanya mangrove, terapi PDI-P pernah menanam pohon buah Alpukat dan lainnya,” ujarnya.
Disinggung, kenapa penanaman hutan bakau hanya dilakukan di Pulau Pasaran? “Ya, memang kali ini kita titik kan disni, memang ada banyak pesisir pantai Bandarlampung yang dipandang perlu ditanam hutan bakau, tapi DPC PDI-P memilih titik disini Pulau Pasaran, mungkin kedepan ada pemilihan titik-titik lain yang perlu, karena pesisir teluk Kota Bandarlampung, perlu penanaman pohon bakau untuk menahan abrasi pantai dan melestarikan hutan,” tandasnya. (*)













