banner 728x250

HUT ke-344 Bandar Lampung, Momentum Evaluasi Menuju Kota Metropolitan yang Inklusif

banner 468x60

Bandar Lampung, Charta.id – Kota Bandar Lampung genap berusia 344 tahun pada Rabu (17/6/2026). Momentum hari jadi ibu kota Provinsi Lampung ini menjadi ajang refleksi atas berbagai capaian pembangunan sekaligus tantangan yang masih harus diselesaikan dalam upaya mewujudkan Bandar Lampung sebagai kota metropolitan yang nyaman, modern, dan berkelanjutan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Bandar Lampung menunjukkan perkembangan di berbagai sektor, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan publik, hingga pertumbuhan ekonomi. Sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, pendidikan, dan jasa di Provinsi Lampung, Bandar Lampung menjadi magnet bagi masyarakat dari berbagai daerah untuk tinggal dan beraktivitas.

Example 300x600

Namun, di balik pertumbuhan tersebut, sejumlah persoalan perkotaan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan. Kemacetan lalu lintas, keterbatasan transportasi umum, minimnya ruang terbuka hijau (RTH), serta kebutuhan akan ruang publik yang representatif menjadi isu yang terus mendapat perhatian.

Pengamat Kebijakan Publik PUSKAP (Pusat Pengkajian Etika Politik dan Pemerintahan) Lampung, Gunawan Handoko, menilai bahwa pada usia ke-344 tahun ini Bandar Lampung masih memiliki sejumlah tantangan mendasar sebelum benar-benar dapat disebut sebagai kota metropolitan yang ideal.

“Sebagai kota besar yang menuju kota metropolitan, masih banyak hal yang harus dipenuhi. Di antaranya transportasi umum kota, ruang terbuka hijau (RTH), dan ruang publik. Artinya, kebutuhan dasar masyarakat harus dipenuhi terlebih dahulu,” kata Gunawan, Rabu (17/6/2026).

Menurut dia, keberadaan transportasi umum yang memadai menjadi salah satu kebutuhan mendesak bagi masyarakat perkotaan. Selain dapat menekan biaya mobilitas warga, transportasi publik juga berperan penting dalam mengurangi tingkat kemacetan yang semakin meningkat.

“Kalau dua hal itu, yakni transportasi umum dan ruang publik yang layak, bisa dipenuhi, itu sudah cukup baik. Masyarakat kota jangan dibiarkan merogoh kocek terlalu dalam hanya untuk membayar transportasi online. Dengan adanya transportasi umum kota, otomatis kemacetan lalu lintas bisa dikurangi,” ujarnya.

Gunawan juga menekankan pentingnya keberpihakan kebijakan pemerintah daerah terhadap kualitas hidup warga. Menurutnya, pembangunan fisik perlu diimbangi dengan penyediaan fasilitas publik yang mudah diakses seluruh lapisan masyarakat.

Di usia ke-344 tahun, Bandar Lampung diharapkan tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan bahwa manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat. Penyediaan transportasi publik yang terintegrasi, penambahan ruang terbuka hijau, serta pembangunan ruang publik yang inklusif dinilai menjadi langkah strategis dalam mewujudkan kota yang lebih ramah dan berkelanjutan.

Perayaan hari jadi Kota Bandar Lampung tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam membangun kota yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga mampu memberikan kenyamanan, kemudahan, dan kualitas hidup yang lebih baik bagi warganya.

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *