banner 728x250

Selamat, DR Budiyono Nahkodai Hijau-Hitam di Provinsi Lampung

banner 468x60

Bandar Lampung, Charta.id — Peta kekuatan sosiopolitik di Provinsi Lampung tampaknya akan mencatatkan momentum penting di pertengahan tahun ini. Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Lampung bersama Forum Alumni HMI Wati (FORHATI) Lampung dijadwalkan menggelar agenda strategis: pelantikan kepengurusan baru periode mendatang.

Bukan sekadar seremonial internal, geliat konsolidasi kaum intelektual “hijau-hitam” ini dipastikan bakal menyedot perhatian publik. Mengambil tempat di Mahan Agung kediaman resmi Gubernur Lampung yang sarat gengsi historis di Jalan Dr. Susilo Nomor 12, Bandar Lampung prosesi sakral ini akan ditabuh pada Kamis, 2 Juli 2026, mulai pukul 08.30 WIB.

Example 300x600

Komposisi Elit dan Diversifikasi Kekuatan

Nakhoda KAHMI Lampung ke depan akan dirajut di bawah kepemimpinan Dr. Budiyono, S.H., M.H., selaku Koordinator Presidium. Di barisan Presidium, ia didampingi oleh nama-nama beken yang merepresentasikan lintas sektor, mulai dari ranah akademis, hukum, medis, hingga politik praktis. Mereka adalah:

1. Dr. Topan Indra Karsa, S.H., M.H.

2. Yuhadi, S.HI., M.H.

3. ⁠dr. Zam Zanariah Ibrahim, Sp.S., M.Kes.

4. ⁠Dr. Heru Juabdin Sada, M.Pd.I.

Komposisi ini mencerminkan kokohnya diversifikasi kekuatan KAHMI Lampung yang siap mengintervensi ruang publik dengan gagasan-gagasan segar.

Menegaskan bobot pentingnya acara ini, pelantikan akan dipimpin langsung oleh tokoh nasional sekaligus Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Prof. Dr. Ir. Abdullah Puteh, M.Si.

Pada saat yang sama, kepengurusan Forum Alumni HMI Wati (FORHATI) Lampung juga akan dikukuhkan. Nama-nama tokoh perempuan seperti:

1. Dr. Efa Rodiah Nur, S.H., M.H.

2. ⁠ Dr. Elvira Umihanni, S.P., M.T.

3. ⁠Dra. Hayati Nufus, M.Pd. akan dilantik langsung oleh perwakilan FORHATI Nasional, Dra. Anita Ariyani.

Simbol Rangkulan Kekuasaan: Kartu Anggota Kehormatan

Namun, magnet utama dari prosesi pelantikan ini bukan sekadar sumpah jabatan di bawah kitab suci, melainkan sebuah manuver simbolis yang tajam. KAHMI Lampung dijadwalkan secara resmi menyerahkan kartu anggota kehormatan kepada tiga pilar utama pemegang otoritas politik di Bumi Ruwa Jurai.

Ketiganya adalah tokoh sentral yang memegang kendali eksekutif dan legislatif saat ini:

1. Rahmat Mirjani Jausal (Gubernur Lampung)

2. Ahmad Giri Akbar (Ketua DPRD Provinsi Lampung)

3. Eva Dwiana (Wali Kota Bandar Lampung)

Langkah menyematkan status “Anggota Kehormatan” kepada para pemuncak kekuasaan ini dibaca banyak pihak sebagai sinyalemen strategis. Di satu sisi, KAHMI menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah yang memiliki akses langsung ke jantung kebijakan. Di sisi lain, ini adalah pembuktian bahwa alumni HMI tetap menjadi “sumber mata air” yang tak pernah kering dalam memengaruhi arah mata angin politik regional.

Mahan Agung, Kamis nanti, dipastikan tidak hanya akan menjadi saksi pengukuhan struktural, melainkan panggung bertemunya idealisme kaum cendekia dan realitas kekuasaan.

Pertanyaannya kemudian: setelah karpet merah digelar dan kartu anggota diserahkan, ke mana arah daya kritis KAHMI Lampung akan berlabuh? Menjaga jarak yang sama dengan kekuasaan demi objektivitas umat, atau justru larut dalam lingkaran kebijakan? Kita tunggu pembuktiannya pasca-pelantikan.(*)

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *