banner 728x250

Prof. Warsito Siap Dorong Transformasi Unila

banner 468x60

Bandar Lampung, Charta.id – Persaingan memperebutkan kursi Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031 memasuki tahapan akhir. Prof. Warsito, S.Si., D.E.A., Ph.D., yang meraih 15 suara dalam penyaringan calon rektor, menegaskan kesiapannya mendorong transformasi Unila melalui penguatan akademik, riset, inovasi, serta tata kelola universitas yang adaptif dan berdaya saing.

Dengan mengusung semangat “GO UNILA: Berakar di Lampung, Berdampak bagi Indonesia, Berjejaring dengan Dunia”, Warsito menawarkan arah pengembangan universitas yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi, tetapi juga memperkuat kontribusi nyata Unila bagi pembangunan daerah, kemajuan nasional, dan kolaborasi internasional.

Example 300x600

Hasil penyaringan calon Rektor Unila yang diikuti 47 anggota Senat menempatkan Dr. Budiyono, S.H., M.H., di posisi pertama dengan perolehan 22 suara. Prof. Warsito menyusul dengan 15 suara, sedangkan Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, S.Ked., M.Kes., Sp.KKLP., memperoleh tujuh suara.

Ketiga calon tersebut berhak melanjutkan proses pemilihan rektor bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Perolehan suara tersebut menjadi bagian dari dinamika pemilihan pimpinan Unila untuk periode mendatang. Di tengah proses tersebut, gagasan transformasi universitas menjadi salah satu aspek penting dalam menentukan arah pengembangan kampus ke depan.

Bagi Warsito, Unila memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai perguruan tinggi yang mampu menghasilkan sumber daya manusia unggul, memperkuat ekosistem riset dan inovasi, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Semangat GO UNILA mencerminkan gagasan pengembangan kampus yang tetap berpijak pada identitas dan potensi lokal Lampung, sekaligus memperluas kontribusi bagi Indonesia dan membangun jejaring akademik di tingkat global.

Frasa “Berakar di Lampung” menegaskan pentingnya menjadikan potensi daerah, kearifan lokal, serta kebutuhan masyarakat sebagai bagian dari pengembangan pendidikan dan penelitian. Dengan pendekatan tersebut, Unila diharapkan semakin mampu menjawab tantangan pembangunan daerah melalui kontribusi akademisi, mahasiswa, dan hasil riset yang aplikatif.

Sementara itu, “Berdampak bagi Indonesia” merepresentasikan dorongan agar perguruan tinggi tidak berhenti pada pencapaian akademik semata. Pendidikan, penelitian, dan inovasi perlu menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat, mendukung pembangunan nasional, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Adapun semangat “Berjejaring dengan Dunia” menempatkan kolaborasi internasional sebagai bagian penting dari penguatan daya saing universitas. Kemitraan dengan perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan berbagai institusi global dapat membuka peluang pertukaran pengetahuan, pengembangan riset bersama, serta peningkatan kualitas pendidikan.

Dalam konteks transformasi perguruan tinggi, ketiga arah tersebut perlu ditopang oleh tata kelola yang transparan, akuntabel, dan profesional. Penguatan kualitas layanan akademik, pengembangan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan, serta penciptaan lingkungan akademik yang produktif menjadi elemen penting dalam membangun universitas yang berkelanjutan.

Tahapan akhir pemilihan Rektor Unila periode 2027–2031 pun menjadi momentum bagi seluruh sivitas akademika untuk mencermati visi, gagasan, dan kapasitas kepemimpinan para calon dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompetitif.

Bagi Unila, kepemimpinan pada periode mendatang akan berperan penting dalam menentukan kemampuan universitas beradaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, memperkuat reputasi akademik, serta memperluas kontribusi bagi masyarakat.

Melalui semangat GO UNILA, Warsito menempatkan transformasi kampus dalam kerangka yang lebih luas: memperkuat fondasi lokal, menghasilkan dampak nasional, dan membangun kolaborasi global.

Dengan demikian, cita-cita menjadikan Unila sebagai perguruan tinggi yang semakin maju tidak hanya diukur melalui capaian akademik, tetapi juga melalui relevansi riset, kualitas lulusan, tata kelola kelembagaan, dan manfaat nyata yang dihadirkan bagi masyarakat.

GO UNILA: Berakar di Lampung, Berdampak bagi Indonesia, Berjejaring dengan Dunia.

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *