Bandar Lampung, Charta.id – Penguatan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan serta keutuhan bangsa di tengah dinamika kehidupan sosial yang terus berkembang.
Hal tersebut menjadi perhatian Anggota DPRD Provinsi Lampung Dapil Bandarlampung, Andika Wibawa, saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kecamatan Bumi Waras, Bandarlampung, Sabtu (7/11).
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Imam Santoso, mantan Anggota DPRD Kota Bandarlampung, serta Umiatun Najihah, akademisi Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL).
Dalam kesempatan tersebut, Andika Wibawa menegaskan bahwa Pancasila harus menjadi pedoman nyata dalam kehidupan bermasyarakat, bukan sekadar slogan atau hafalan yang hanya diingat ketika kegiatan seremonial.
“Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi harus benar-benar kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai persatuan, toleransi, gotong royong, dan keadilan harus tercermin dalam sikap serta tindakan kita. Inilah yang menjadi fondasi untuk menjaga keutuhan bangsa,” demikian draf pernyataan Andika Wibawa.
Menurutnya, pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan merupakan sarana penting untuk membangun kesadaran masyarakat tentang tanggung jawab bersama dalam merawat keberagaman dan memperkuat persatuan.
Ia juga menekankan bahwa tantangan kebangsaan saat ini tidak hanya berkaitan dengan persoalan politik dan sosial, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu menjaga nilai-nilai kebersamaan di tengah derasnya arus informasi dan perubahan zaman.
Sementara itu, Imam Santoso dalam pemaparannya mengulas pentingnya wawasan kebangsaan sebagai landasan dalam menjaga eksistensi dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Wawasan kebangsaan harus menjadi kesadaran bersama. Kita boleh berbeda pandangan, berbeda latar belakang, dan berbeda pilihan, tetapi jangan sampai perbedaan itu merusak persaudaraan. Persatuan adalah kekuatan utama bangsa Indonesia,” demikian Imam Santoso.
Ia menjelaskan bahwa semangat nasionalisme harus diwujudkan melalui sikap saling menghormati, menjunjung tinggi toleransi, serta menjaga kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.
Di sisi lain, akademisi UIN Raden Intan Lampung, Umiatun Najihah, memberikan perspektif akademis mengenai pentingnya Pancasila sebagai dasar negara sekaligus ideologi yang menjadi pedoman kehidupan bangsa Indonesia.
“Pancasila memiliki nilai-nilai luhur yang sangat relevan dengan kehidupan masyarakat. Tantangannya adalah bagaimana nilai-nilai tersebut tidak berhenti pada tataran pengetahuan, tetapi mampu diimplementasikan dalam tindakan nyata, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, maupun kehidupan berbangsa dan bernegara,” ucap Umiatun Najihah.
Ia juga menekankan pentingnya membangun kesadaran generasi muda agar memahami Pancasila secara utuh sehingga mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Andika Wibawa berharap, semangat Pancasila tidak hanya digaungkan dalam forum pembinaan, tetapi benar-benar menjadi karakter dan budaya masyarakat. “Kuatnya sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, melainkan juga oleh kokohnya persatuan, karakter, dan kesadaran kebangsaan,” pungkasnya. (*)














