banner 728x250

Refleksi 1 abad NU : Menilik Peran strategis dan Tantangan NU

banner 468x60

Penulis : Agus Setiawan, S.H.

Di usianya yang ke-100 tahun, banyak hal yang sudah dikerjakan NU. Tentu, masih banyak yang ditunggu dari kerja-kerja NU, terlebih banyak masalah nasional seperti kemiskinan, penegakan hukum, stabilitas pangan, dan ekonomi, serta masalah-masalah kebangsaan lainnya. Masalah global yang menunggu peran besar NU; konflik Rusia-Ukraina, moderasi beragama, toleransi dan islamofobia, dan tentunya kemerdekaan Palestina.

Example 300x600

Bersama-sama ormas Islam yang lain, para kiai dan santri, serta elemen bangsa, NU memiliki andil yang sangat besar dalam lahir dan merdekanya Indonesia, bahkan pascakemerdekaan. Ketika rencana agresi militer Belanda, Panglima Besar Sudirman memecah kebuntuan diskusi di Istana kala itu. Kita mintakan fatwa jihad kepada Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari. Hingga keluarlah Resolusi Jihad yang kemudian dibacakan dan disiarkan melalui radio oleh Bung Tomo. Saksinya arek-arek Suroboyo santri dan kiai memekik takbir, menghancurkan kesombongan kolonialisme dan imperialisme Inggris dan Belanda. Kita mengenangnya sebagai Hari Pahlawan 10 November 1945. Resolusi Jihad inilah yang kita rayakan sebagai Hari Santri.

NU tidak bisa dipisahkan dengan santri, kiai, dan pesatren. NU hari ini kiprahnya luar biasa. Kaum nahdiyin bukan hanya di pesantren. Nahdhiyyin sudah fasih berbicara di Senayan bahkan di forum-forum internasional. Ia tidak hanya mengaji kitab kuning, tapi juga membuat undang-undang dan mengejawahtakan konstitusi. Inilah kelebihan orang NU. Ia biasa membaca kitab gundul, apalagi kitab latin.

Ketika peran di luar pesantren sudah menjadi daya tarik yang amat menggoda, jangan sampai pesantren kehilangan kiainya. Kehilangan kiai sama dengan kehilangan panutan. Pesantren adalah dasar berdirinya Republik ini. Tak berlebihan kalau pesantren harus tetap kokoh. Di sinilah santri dan kiai mengamalkan ilmu ikhlas. Banyak peneliti mengatakan, termasuk Martin van Bruinessen, bahwa pesantren ada Indonesia tetap ada.

Dalam 10 tahun terakhir, gerakan ekonomi dan modernisasi pendidikan di lingkungan NU trennya sangat positif. Narasi moderatisme Islam Nusantara tidak cukup menjadi syarah para kiai di pesantren, tapi ia harus menjadi kurikulum di sekolah dan perguruan tinggi. Definisi pesantren harus dikembangkan. Pesantren adalah lingkungan pembelajaran Islam berpaham Aswaja, berakhlak para ulama, ikhlas dalam beramal dari mulai TK, SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi untuk kemaslahatan bangsa dan semesta sebagai aktualisasi Islam rahmatan lil ’aalamin. NU adalah organisasi Islam terbesar bukan hanya di Indonesia, tapi juga dunia. Inovasi-inovasi ekonomi dan kemandirian organisasi tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sumber daya nahdiyin sudah tersebar di semua lini. Man yamliku quutal mar’I yamliku qaraaru (berdikari adalah kemandirian). Sesuai namanya Nahdhlatul Ulama, kebangkitan ulama. Modernisasi organisasi harus terus dilakukan. Kuatnya konstruksi nalar dan gemulainya tafsir pemikiran sangat bergantung dalamnya akar yang tertanam. Inilah satu wasiat Gus Dur. Siapa yang tidak mengenalnya sebagai tokoh pluralisme.

Selamat Satu Abad NU, bangga menjadi keluarga besar Nahdlatul Ulama.

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *