banner 728x250
Mesuji  

Irigasi Rp97,8 Miliar Retak Dini, AML Lampung Desak Audit Total Proyek Rawajitu

banner 468x60

Mesuji, Charta.id – Kerusakan dini proyek irigasi gantung Daerah Irigasi Rawa (DIR) Rawajitu senilai Rp97,8 miliar terus menuai sorotan. Aliansi Masyarakat Lampung (AML) menilai retakan, kebocoran, hingga karat pada besi penyangga yang muncul dalam waktu singkat merupakan alarm serius atas kualitas proyek pemerintah tersebut.

Ketua AML Lampung, Sunawardi, mengatakan kerusakan pada proyek yang baru rampung pada 2023 itu tidak bisa dianggap persoalan biasa. Menurutnya, kondisi tersebut mengindikasikan adanya dugaan kelemahan dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun pengawasan pekerjaan.

Example 300x600

“Ini proyek hampir Rp100 miliar dan baru hitungan dua sampai tiga tahun sudah retak, bocor, bahkan besinya mulai berkarat. Publik tentu bertanya-tanya, kualitas pekerjaannya seperti apa?” kata Sunawardi, Kamis (7/5/2026).

AML menilai jawaban pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung yang hanya menyebut kerusakan “nanti diperbaiki” belum menyentuh akar persoalan.

“Yang dipertanyakan masyarakat bukan sekadar diperbaiki atau tidak. Tapi kenapa proyek sebesar itu bisa cepat rusak? Siapa yang bertanggung jawab? Ini yang harus dibuka secara terang,” ujarnya.

Menurut AML, proyek strategis yang dibiayai negara semestinya memiliki standar mutu tinggi dan mampu bertahan dalam jangka panjang, terlebih jaringan irigasi tersebut menjadi tumpuan ribuan hektare lahan pertanian di Mesuji dan Tulang Bawang.

Sunawardi juga menyoroti temuan Kejaksaan Tinggi Lampung terkait dugaan kekurangan kualitas dan kuantitas pekerjaan dengan potensi kerugian negara sementara mencapai Rp14,3 miliar.

“Kalau benar ada potensi kerugian negara miliaran rupiah, maka ini bukan lagi sekadar persoalan teknis. Harus ada audit total dan penelusuran menyeluruh,” tegasnya.

AML mendesak aparat penegak hukum dan lembaga pengawas independen turun lebih dalam mengusut proyek tersebut, termasuk memeriksa proses perencanaan, pengawasan, hingga pihak kontraktor pelaksana.

“Jangan sampai proyek besar hanya bagus di atas kertas, tapi cepat rusak di lapangan. Yang dirugikan akhirnya petani dan masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, BBWS Mesuji Sekampung melakukan peninjauan langsung ke lokasi irigasi gantung Rawajitu pada Selasa (5/5/2026). Dalam kunjungan itu, tim teknis melakukan perbaikan sementara pada titik retakan dan kebocoran serta normalisasi saluran menggunakan excavator long arm.(*)

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *