Bandar Lampung, Charta.id — Penguatan budaya membaca dan menulis di kalangan generasi muda menjadi perhatian Forum Literasi Lampung bersama UPT Perpustakaan UIN Raden Intan Lampung.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Gebyar Literasi Nasional yang digelar di Lantai 1 UPT Perpustakaan UIN Raden Intan Lampung, Senin (21/9/2026).
Kegiatan mengusung tema “Perpustakaan Hadir Demi Martabat Bangsa: Membaca Itu Sehat, Menulis Itu Hebat”. Acara dibuka secara resmi oleh Bunda Literasi Provinsi Lampung yang diwakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung.
Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D., turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Rektor mengapresiasi kolaborasi Forum Literasi Lampung dan UPT Perpustakaan UIN Raden Intan Lampung. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam membangun budaya literasi sekaligus mendorong lahirnya generasi yang kritis, berpengetahuan dan memiliki wawasan luas.
Ketua Forum Literasi Lampung, Dr. Eni Amaliah, S.Ag., S.S., M.Ag., mengatakan literasi tidak boleh dipahami sebatas kemampuan membaca dan menulis.
Menurut dia, literasi merupakan kemampuan seseorang untuk memahami informasi, berpikir kritis, mengolah pengetahuan dan menggunakannya secara bijak dalam kehidupan sehari-hari.
“Literasi adalah fondasi untuk membangun masyarakat yang cerdas. Masyarakat yang memiliki budaya literasi akan lebih mampu memilah informasi, tidak mudah terpengaruh oleh berita yang belum terverifikasi, serta mampu mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan,” kata Eni.
Ia menilai penguatan literasi menjadi semakin penting di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital. Karena itu, gerakan literasi di Lampung harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, sekolah, perpustakaan, komunitas, organisasi masyarakat, media dan keluarga.
“Lampung membutuhkan generasi yang bukan hanya mampu membaca, tetapi juga mampu memahami, menganalisis dan menghasilkan pengetahuan. Karena itu, budaya membaca dan menulis harus ditanamkan sejak dini dan terus dikembangkan di lingkungan keluarga, sekolah, kampus hingga masyarakat,” ujarnya.
Eni berharap kegiatan Gebyar Literasi Nasional tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem literasi di Provinsi Lampung.
“Perpustakaan harus menjadi ruang yang hidup, tempat masyarakat menemukan pengetahuan, berdiskusi, berkarya dan melahirkan gagasan. Ketika budaya membaca tumbuh dan masyarakat terbiasa menulis, maka akan semakin banyak gagasan positif yang lahir untuk kemajuan Lampung,” kata dia.
Puncak Gebyar Literasi Nasional diisi dengan pemaparan materi dari dua narasumber, yakni anggota DPRD Provinsi Lampung sekaligus Dewan Pakar Forum Literasi Lampung, H. Ade Utami Ibnu, SE., MM., serta Gol A Gong, Duta Baca Indonesia.
Gol A Gong mengajak peserta menjadikan membaca dan menulis sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Tokoh literasi nasional tersebut menekankan bahwa membaca dapat menjadi salah satu modal penting dalam membangun kesehatan mental dan intelektual, sedangkan menulis menjadi sarana untuk menuangkan gagasan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan peradaban.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 270 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, pustakawan, tenaga kependidikan, penggerak literasi, utusan organisasi kemasyarakatan, Duta Kampus, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), serta pengurus Forum Literasi se-Provinsi Lampung.
Kegiatan berlangsung interaktif dan ditutup dengan sesi diskusi serta komitmen bersama untuk memperkuat budaya membaca, menulis dan pengembangan literasi di lingkungan perguruan tinggi maupun masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, Forum Literasi Lampung dan UPT Perpustakaan UIN Raden Intan Lampung berharap gerakan literasi dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia Lampung yang kritis, kreatif, berpengetahuan dan mampu menghadapi tantangan era digital.(*)














